Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Harga Kratom Turun, Pemerintah dan DPRD Kapuas Hulu Diminta Bertindak Nyata

Taufik As • Rabu, 14 Januari 2026 | 13:16 WIB
Petani Kratom Kapuas Hulu saat melakukan panen.
Petani Kratom Kapuas Hulu saat melakukan panen.

PONTIANAK POST - Pemerintah dan DPRD Kapuas Hulu diminta buka mata untuk menanggapi keluhan para petani Kratom atau daun purik (Mitragyna speciosa). Saat ini petani Kratom di Kapuas Hulu kesulitan dengan turunnya harga Kratom, belum lagi menghadapi persoalan terkait pupuk, mesin semprot dan hama.

"Kami berharap anggota DPRD Kapuas Hulu yang melakukan reses ke Dapilnya jangan hanya datang, duduk diam, tetapi tidak ada eksekusinya. Mereka selalu beralasan efesiensi anggaran dipotong, sudah bosan kita mendengarnya," kata Ozil Petani Kratom Kapuas Hulu, Rabu (14/1).

Ozil mengatakan, rata - rata masyarakat di lintas Kapuas ini bekerja sebagai petani Kratom, paling tidak pemerintah dan DPRD Kapuas Hulu dapat memberikan bantuan pupuk dan alat semprot.

"Kalau Pemerintah dan DPRD Kapuas Hulu tidak bisa bantu menstabilkan harga, biarkan petani dan pengepul saja yang tahu-tahu mencari harga. Bantu kami pupuk dan alat semprot sudah cukup," ujarnya.

Selain itu kata Ozil, ada lagi keluhan petani Kratom yakni dimana sekarang pemilik lahan hanya mendapatkan upah terkadang Rp 1.000 bahkan ada yang Rp500, dengan hasil tersebut tentunya tidak sebanding dengan harga sembako saat ini. "Di mana pemilik lahan ini harus memikirkan biaya pupuk dan  perawatannya," harapnya.

Lanjut Ozil, terkait harga Kratom, saat ini harganya belum ada perubahan dari bulan November 2025 yang lalu yakni Rp18-19 ribu per kilogram untuk remahan. Sementara untuk bahan mentah Rp3 ribu per kilogram.

"Jika dulu harga bisa tembus Rp32-33 ribu per kilogram, sekarang sudah turun," tuturnya.

Ditambahkan Bujang Petani Kratom Kapuas Hulu saat ini harga Kratom untuk remahan benar-benar turun yakni Rp12-13 ribu per kilogram. Harga kratom purik yang anjlok membuat petani di Kapuas Hulu menjerit.

"Kalau dihitung-hitung, penghasilan kami jauh lebih rendah dibandingkan dengan harga sembako yang semakin hari semakin naik," katanya.

Harga sembako yang meningkat membuat petani kratom purik semakin sulit untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

"Kami berharap ada solusi dari pemerintah untuk membantu meningkatkan harga kratom purik, sehingga kami dapat meningkatkan penghasilan dan memenuhi kebutuhan keluarga," ujarnya.

Kratom purik merupakan salah satu komoditas utama di Kapuas Hulu, namun harga yang rendah membuat petani merasa tidak adil.

"Kami berharap ada perhatian dari pemerintah untuk membantu meningkatkan harga kratom purik, sehingga kami dapat meningkatkan penghasilan dan meningkatkan kualitas hidup. Pemerintah diharapkan dapat memberikan solusi untuk meningkatkan harga kratom purik dan membantu petani di Kapuas Hul," pungkasnya. (fik)

Editor : Miftahul Khair
#Kapuas Hulu #petani #Turun #pemkab #dprd #harga kratom