PONTIANAK POST - Baru baru ini masyarakat Kabupaten Kapuas Hulu mengeluhkan terjadinya banyak kekosongan obat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ahmad Diponegoro Putussibau sehingga masyarakat pun banyak diminta membeli obat di luar.
Keluhan ini langsung ditanggapi oleh Paulus Miki Direktur RSUD Ahmad Diponegoro Putussibau. Dirinya tak menampik jika di rumah sakit Putussibau kerap terjadi kekosongan obat.
"Jadi kita itu punya utang ke penyedia obat ada Rp4,5 miliar yang belum terbayarkan. Ini yang harus direview dulu," katanya, Senin (30/3).
Miki mengatakan, jika utang obat ini belum dibayarkan, maka rumah sakit tidak bisa membeli obat ke penyedia. Namun belum lama ini dirinya pernah didatangi oleh penyedia mempertanyakan terkait utang obat ini apakah akan dibayar atau tidak.
"Saya pastikan saat itu utang akan dibayar, namun dengan catatan distribusi obat jangan distop. Akhirnya dari penyedia mau menyediakan obat tetapi tidak sepenuhnya," ujarnya.
Lanjut Miki, untuk utang obat ini pihaknya sudah ada membayarnya namun tidak sepenuhnya yakni kurang lebih 70 persen sudah dibayarkan. Sehingga persediaan obat dirumah sakit saat ini sudah mulai berdatangan.
"Masalah obat yang kosong ini karena kita ada utang," ucapnya.
Sebenarnya kata Miki, utang rumah sakit ini berjumlah Rp15 miliar yang dimulai dari persediaan obat hingga jasa pelayanan internal maupun eksternal, sehingga masalah ini harus direview terlebih dahulu oleh KPK.
"Jika tidak ada review kemarin, utang - utang ini sudah kita bayarkan semuanya. Untuk review inikan harus rinci dan tidak mudah, sehingga ini yang menghambat kita kemarin untuk persediaan obat," ungkapnya.
Terhadap permasalahan utang ini, Miki menegaskan, bukan pihaknya tidak berupaya bagaimana pelayanan rumah sakit ini tetap berjalan. Dirinya sudah melakukan koordinasi dengan Inspektorat untuk melakukan telaahan staf yang tujuannya bagaimana rumah sakit ini tetap bisa melakukan belanja.
"Kita kemarin itu meminta telaahan staf ke Bupati supaya kita bisa belanja sambil menunggu review ini tetap berjalan. Tetapi upaya kita ini pun tetap tidak bisa dan ini juga berbahaya bagi kita karena kita sebelumnya juga sudah pernah disidik Polda Kalbar," jelasnya.
Maka dari itu, dirinya meminta maaf kepada masyarakat Kabupaten Kapuas Hulu akibat kekosongan obat selama ini, namun dirinya memastikan untuk saat ini tidak lagi ada kekosongan obat karena kita juga sudah membayar utang obat ke penyedia.
"Sekali lagi saya mohon maaf kepada masyarakat Kapuas Hulu atas kekosongan obat ini," pungkasnya. (fik)
Editor : Miftahul Khair