Sebelumnya, Kepala Seksi Pelayanan Umum Kantor Camat Kepulauan Karimata Yerry Syulasman mengungkapkan jika pihaknya beberapa waktu lalu sudah menampung keluhan masyarakat nelayan Kepulauan Karimata, yang merasa takut dengan aksi perompak. Para perompan ini, menurut dia, sewaktu-waktu dikhawatirkan nelayan bisa meneror mereka ketika sedang mencari ikan di laut.
"Iya, ada 3 pemilik kapal yang sudah melapor ke kita (Kantor Camat Kepulauan Karimata, Red). Dari KM Batara 2, KM PO Saedon, dan KM Anugrah. Ketiganya ini terjadi di pertengahan Ramadan kemarin hingga sekarang," terang Yerry, Sabtu (5/6) di Pelapis.
Bahkan, diakui Yerry, berdasarkan keterangan para nelayan yang pernah menjadi korban perompakan, mereka ternyata memiliki senjata api. Selain itu para perompak ini, menurut dia, tidak segan-segan menyakiti para korbannya, jika ada yang melawan atau melarikan diri.
"Dari keterangan korban, pelaku perompak atau bajak laut ini diperkirakan berjumlah kurang lebih tujuh orang, dan menggunakan kapal dengan mesin 4 silinder," tuturnya.
Ketiga kapal yang menjadi korban perompakan ini menyebutkan ciri-ciri pelaku dan modus kepada mereka. Dia menduga pelaku adalah pihak yang sama. Aksi perompak ini, berdasarkan laporan yang diterimanya, selalu terjadi di malam hari. Akibat aksi perompakan tersebut, masyarakat pun, diakui dia, menjadi resah dan takut saat ingin pergi melaut.
"Pembajak merampas barang-barang korban, seperti minyak solar, beras, dan ikan hasil tangkapan, dengan total kerugian kurang lebih 16 juta. Kita sudah melaporkan hal tersebut ke Bupati dan aparat hukum di Polres Kayong Utara," tandasnya. (dan) Editor : admin2