SUKADANA - Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) kembali terjadi di Kabupaten Kayong Utara yang berdampak pada kabut asap.
Kepala Pelaksanaan Badan Penaggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kayong Utara Rahadi menuturkan, Karhutla di sejumlah tempat lantaran belakangan ini curah hujan di daerah ini rendah.
"Melihat kondisi 10 hari terakhir bahwa beberapa kecamatan di Kabupaten Kayong Utara mengalami curah hujan rendah yakni curah hujan rendah yakni di bawah 50 mm,"terangnya Kamis (28/9).
Sementara berdasarkan laporan yang diterima oleh Pusdalops- PB (Pusat Pengendalian Operasi -Penanggulangan Bencana BPBD Kayong Utara, Selasa (26/9), terjadi kebakaran lahan di terletak di perbatasan antara desa Pulau Kumbang dan Desa Padu Banjar, Kecamatan Simpang Hilir.
"Kebakaran bawah mengingat lokasi banyak ditumbuhi vegetasi semak belukar jenis pakis, rambang, dan pohon-pohon serta tanah gambut," jelasnya.
Sementara ia mengingatkan apabila melihat peristiwa kebakaran hutan dan lahan diharapkan dapat segera melaporkan kepada aparat desa setempat, BPBD, Manggal Agni, TNI, dan Polri untuk dilakukan pemadaman api serta bagi yang terbukti secara sengaja melakukan pembakaran hutan dan lahan akan diberi sanksi sesuai peraturan yang berlaku.
"Seluruh lapisan masyarakat khususnya para kepala Desa dan didukung penuh unsur (Muspika) Kecamatan se-Kabupaten Kayong Utara untuk meningkatkan kesiapsiagaan terutama di daerah yang rawan terjadi Karhutla,"imbuhnya. (dan)
Editor : Aristono Edi Kiswantoro