PONTIANAK POST – Kapolres Kayong Utara AKBP Adi Prabowo, S.H., S.I.K., M.H mengatakan, penanaman jagung dalam program nasional swasembada pangan di Kabupaten Kayong Utara dilakukan di tiga titik, dengan total luas lahan 2,5 hektare.
Disebutkan Kapolres, di Desa Sutera Kecamatan Sukadana terdapat lahan yang digunakan seluas 0,5 hektar, di Desa Rantau Panjang Kecamatan Simpang Hilir seluas 1 hektar, dan di Desa Satai Lestari Kecamatan Pulau Maya seluas 1 hektar.
Kapolres mengatakan kegiatan itu tidak hanya menjadi bagian dari upaya nasional mencapai swasembada pangan, namun juga menunjukkan komitmen daerah dalam mendukung ketahanan pangan yang berkelanjutan menuju Indonesia yang mandiri di bidang pertanian.
Hal itu disampaikan dia, sebagai bentuk mendukung program nasional swasembada pangan, dengan telah dilaksanakannya kegiatan Zoom Meeting Penanaman Jagung Serentak Kuartal III dipimpin Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si. Rabu, (9/7), sore.
Kegiatan tersebut terhubung dengan sejumlah daerah di Indonesia, salah satunya di Desa Sutera, Kecamatan Sukadana, Kabupaten Kayong Utara.
Dalam sambutan yang disampaikan secara virtual, Kapolri menjelaskan, Polri menargetkan penanaman jagung di atas lahan seluas 1 juta hektar selama tahun 2025, dengan proyeksi hasil panen mencapai 4 hingga 10 juta ton.
Hasil panen pada kuartal II sebelumnya telah mencapai 2 juta ton. Untuk kuartal III ini, penanaman jagung dilakukan secara serentak di lahan seluas 168.000 hektar di berbagai daerah.
Kapolri menegaskan, Polri turut serta dalam seluruh tahapan proses pertanian mulai dari penyiapan lahan, penyediaan sarana produksi, proses penanaman, perawatan, panen, pascapanen hingga penyerapan dan penyimpanan hasil.
"Saat ini, sebanyak 18 gudang penyimpanan telah dibangun, dan Bulog menjadi mitra utama dalam penyerapan hasil panen, selain menggandeng perusahaan pakan ternak untuk mendukung distribusi hasil jagung," terangnya.
Kapolri juga menyampaikan, Polri memperkuat kolaborasi dengan koperasi, khususnya Koperasi Merah Putih, sesuai arahan Presiden RI. Langkah ini menjadi bagian dari sinergi antara Polri dan seluruh pemangku kepentingan dalam memperkuat ketahanan pangan nasional.
Dalam acara tersebut juga dilakukan penyerahan bantuan berupa pupuk, bibit, dan salinan Surat Keputusan Perhutanan Sosial dari Kapolri dan kementerian terkait kepada kelompok tani sebagai bentuk nyata dukungan pemerintah terhadap petani lokal.
Sementara itu, acara tersebut dihadiri oleh berbagai unsur pemerintah dan instansi dan pihak terkait di Kabupaten Kayong Utara. (dan)
Editor : Hanif