PONTIANAK POST – Menjelang puncak arus mudik Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025, kepadatan penumpang angkutan air sudah mulai terasa di Kabupaten Kayong Utara. Salah satu titik yang terpantau padat adalah Dermaga Kapal Klotok Teluk Batang–Rasau Jaya, Kecamatan Teluk Batang, Kabupaten Kayong Utara.
Dermaga ini merupakan salah satu gerbang utama untuk transportasi air menuju Kabupaten Kayong Utara, khususnya dari Rasau Jaya, Kabupaten Kubu Raya. Setiap tahun, dermaga ini menjadi salah satu jalur utama mudik bagi warga setempat, baik untuk perjalanan ke Pontianak maupun ke daerah lainnya di Kayong Utara.
Beberapa kapal penyeberangan di dermaga ini memiliki jadwal keberangkatan yang cukup padat, antara lain pukul 10.00, 17.00, 20.00, dan 21.30 WIB, dengan waktu tempuh perjalanan berkisar antara 10 hingga 12 jam. Selain itu, angkutan menggunakan speed boat juga tersedia dengan keberangkatan pagi hari sekitar pukul 09.00 WIB menuju Pelabuhan Senghie, Pontianak, dengan estimasi waktu tempuh sekitar lima jam. Sedangkan keberangkatan speed boat menuju Pelabuhan Rasau Jaya dijadwalkan pada pukul 15.00 WIB, dengan waktu tempuh sekitar empat jam.
Pilihan Mudik Melalui Angkutan Air
Angkutan air masih menjadi pilihan utama bagi warga Kayong Utara untuk mudik, terutama karena kondisi infrastruktur jalan darat yang dinilai belum memadai. Beberapa ruas jalan bahkan mengalami kerusakan parah di beberapa titik, sehingga membuat banyak masyarakat lebih memilih jalur air yang dianggap lebih aman dan praktis.
Salah seorang warga Kayong Utara, Lestari, mengungkapkan bahwa ia lebih memilih menggunakan kapal kelotok dibandingkan transportasi darat. Menurutnya, kerusakan jalan menjadi pertimbangan utama dalam memilih moda transportasi.
"Lebih baik naik kelotok karena lewat darat jalannya banyak yang rusak," ujar Lestari saat ditemui di Dermaga Teluk Batang.
Selain masalah aksesibilitas dan keamanan, kenyamanan penumpang juga menjadi perhatian warga. Lestari berharap agar pengelola angkutan air dapat lebih memperhatikan kapasitas dan fasilitas di dalam kapal, terutama saat terjadi lonjakan penumpang seperti menjelang Nataru.
"Semoga kenyamanan penumpang bisa diperhatikan, jangan sampai tidak ada tempat tidur karena terlalu sesak penumpang," harap Lestari.
Hal senada disampaikan oleh Azis, warga lainnya yang juga memilih jalur transportasi air untuk mudik. Menurutnya, angkutan air lebih murah dan praktis dibandingkan transportasi darat.
"Lebih enak naik kelotok, murah dan praktis. Tinggal tidur, pagi sampai," jelas Azis.
Namun, Azis juga menyoroti masalah kepadatan penumpang pada musim libur, yang seringkali menyebabkan kesulitan untuk mendapatkan tempat tidur.
"Kalau liburan seperti ini, biasanya kapal penuh. Susah cari tempat tidur, kasihan anak-anak. Mudah-mudahan kapasitas kapal bisa diperhatikan supaya penumpang lebih nyaman," harap Azis.
Prediksi Lonjakan Penumpang
Kepala UPT Pelabuhan Teluk Batang, Hendra Satria, mengungkapkan bahwa lonjakan penumpang diperkirakan akan terus terjadi sepanjang masa libur Natal dan menjelang pergantian Tahun Baru 2026. Pihaknya terus berupaya mempersiapkan sarana dan prasarana guna mengantisipasi lonjakan jumlah penumpang yang lebih besar di hari-hari puncak liburan.
"Untuk saat ini, kami terus berkoordinasi dengan pihak terkait untuk memastikan pelayanan angkutan air tetap lancar dan aman," kata Hendra.(dan)
Editor : Hanif