Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Bursa Properti

Upacara Hari Otda di Kayong Utara, Bupati Dorong Integrasi Kebijakan dan Kemandirian Fiskal Daerah

Danang Prasetyo • Selasa, 28 April 2026 | 12:42 WIB
Bupati Kayong Utara, Romi Wijaya pimpin upacara Peringatan Hari Otonomi Daerah ke-XXX Tahun 2026 di Aula Pondopo Bupati Kayong Utara, Sukadana, Senin (27/4). (PROKOPIM  KKU)
Bupati Kayong Utara, Romi Wijaya pimpin upacara Peringatan Hari Otonomi Daerah ke-XXX Tahun 2026 di Aula Pondopo Bupati Kayong Utara, Sukadana, Senin (27/4). (PROKOPIM KKU)

PONTIANAK POST - Pemerintah Kabupaten Kayong Utara menggelar Upacara Peringatan Hari Otonomi Daerah ke-XXX Tahun 2026, berlangsung di Aula Pondopo Bupati Kayong Utara, Sukadana, Senin (27/4). Upacara dipimpin langsung oleh Bupati Kayong Utara, Romi Wijaya serta membacakan sambutan Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia.

"Kolaborasi yang efektif antara pemerintah  pusat dan daerah dalam melaksanakan kebijakan nasional memerlukan komitmen  bersama mengenai prioritas pembangunan  yang berorientasi pada kesejahteraan masyarakat," ungkap Bupati Romi.

"Penting bagi pemerintah  daerah untuk tidak hanya menjadi pelaksana tetapi juga harus menjadi mitra aktif dalam merancang kebijakan yang relevan dengan kondisi dan potensi lokal," tambahnya.

Ia juga memaparkan sejumlah langkah strategis dalam memperkuat pelaksanaan otonomi daerah, antara lain integrasi perencanaan dan penganggaran pusat dan daerah, reformasi birokrasi berbasis hasil melalui digitalisasi dan inovasi, serta penguatan kemandirian fiskal daerah.

Baca Juga: Kronologi Teror Air Upas Terungkap, Pemkab Ketapang Tekankan Pentingnya Informasi Akurat dan Koordinasi

Selain itu, pentingnya kolaborasi antardaerah, peningkatan layanan dasar seperti pendidikan dan kesehatan, serta penguatan stabilitas dan ketahanan daerah juga menjadi fokus utama dalam menghadapi tantangan pembangunan ke depan.

"Capaian pelaksanaan otonomi daerah diusia ke 30 tahun ini menjadi pijakan untuk terus mengoptimalkan penyelenggaraan  pemerintahan dan meningkatkan pelayanan  publik di tengah-tengah tantangan dan dinamika yang ada," ungkapnya.

Melalui momentum ini, semangat otonomi daerah diharapkan menjadi motor penggerak dalam menghadirkan pembangunan yang inklusif serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

"Tantangan dalam penyelenggaran pemerintahan dan pembangunan yang kita  hadapi tidaklah mudah, namun dengan kerja sama dan sinergi antara pemerintah pusat dan daerah saya yakin, kita bisa menghadapinya," jelasnya. (dan)

Editor : Hanif
#pembangunan #bupati kayong utara #Layanan Publik #Sinergi Pusat #Hari Otonomi Daerah