PONTIANAK POST - Abdul Rani menegaskan, pihaknya mendukung penuh program nasional Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menjadi salah satu program prioritas presiden. Ia juga mengapresiasi kepedulian masyarakat dalam mengawal jalannya program tersebut di daerah. Tokoh masyarakat yang sekaligus tokoh pemekaran Kabupaten Kayong Utara itu menyikapi audiensi yang dilakukan Aliansi Masyarakat dan Mahasiswa Peduli Kayong Utara (AMMPKU) di DPRD, Senin (18/5) kemarin.
“Kita tentunya sangat menyambut baik program Presiden ini. Kita juga menyambut baik kepedulian masyarakat terhadap program nasional ini. Namun di daerah-daerah, khususnya di Kayong Utara, jangan sampai program MBG ini dijadikan alat politik,” tegasnya.
Abdul Rani menilai terdapat sejumlah kejanggalan dalam audiensi yang dilakukan AMMPKU di DPRD. Menurutnya, publik perlu melihat persoalan tersebut secara objektif dan terbuka.
“Seperti audiensi yang dilakukan Aliansi Masyarakat dan Mahasiswa Peduli Kayong Utara (AMMPKU) di DPRD kemarin, saya menilai ada kejanggalan. Bagaimana tidak, ketua aliansi tersebut merupakan anak dari salah satu unsur pimpinan di DPRD,” ujarnya.
Baca Juga: Wabup Kayong Utara Tegaskan Komitmen Wujudkan Generasi Religius dan Berkarakter
Ia juga menduga terdapat kepentingan politik tertentu di balik audiensi tersebut, termasuk dugaan adanya persaingan dalam perebutan kursi kepemimpinan salah satu partai politik di daerah.
“Saya juga menduga ada kepentingan perebutan kursi kepemimpinan salah satu partai dalam audiensi tersebut. Sebab, dalam rapat audiensi itu, saya melihat hanya satu anggota DPRD yang disudutkan. Padahal kita tahu, tidak sedikit anggota DPRD yang memiliki dapur MBG, walaupun, mungkin secara administrasi menggunakan nama orang lain atau keluarga,” katanya.
Selain itu, Abdul Rani turut menyinggung dugaan adanya kepentingan kelompok tertentu untuk memperoleh titik dapur program MBG di Kabupaten Kayong Utara. Namun demikian, ia berharap dugaan tersebut tidak benar.
“Dugaan saya yang lain, dari audiensi tersebut mungkin juga ada keinginan kelompok tertentu dalam memperoleh titik dapur. Terutama dapur 3T , tapi semoga itu hanya asumsi liar saya saja,” pungkasnya. (dan)
Editor : Hanif