Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Zodiak

Peredaran Narkotika di Teluk Batang Kian Mengkhawatirkan, DPRD Minta Strategi Khusus Aparat

Danang Prasetyo • Selasa, 14 Juli 2026 | 13:36 WIB
Syaeful Hartadin, Anggota DPRD Kabupaten Kayong Utara
Syaeful Hartadin, Anggota DPRD Kabupaten Kayong Utara
Syaeful Hartadin, Anggota DPRD Kabupaten Kayong Utara
Syaeful Hartadin, Anggota DPRD Kabupaten Kayong Utara

PONTIANAK POST - Peredaran narkotika di Kecamatan Teluk Batang, Kabupaten Kayong Utara, disebut semakin mengkhawatirkan. Kondisi tersebut memicu keresahan masyarakat, terutama para orang tua yang khawatir anak-anak mereka yang masih berusia sekolah mulai terpapar penyalahgunaan narkotika. Teluk Batang yang merupakan kawasan pelabuhan dinilai memiliki tingkat kerawanan yang lebih tinggi karena menjadi jalur keluarmasuk orang dan barang.

Situasi itu pun mendapat perhatian serius dari Anggota DPRD Kabupaten Kayong Utara, Syaeful Hartadin. Syaeful menegaskan, pemberantasan narkotika di Teluk Batang tidak bisa dilakukan dengan pola penanganan biasa. Menurutnya, aparat penegak hukum perlu menerapkan strategi khusus yang disesuaikan dengan karakteristik wilayah tersebut. "Teluk Batang merupakan daerah pelabuhan yang memiliki mobilitas cukup tinggi. Kondisi seperti ini tentu membutuhkan metode penanganan yang lebih spesifik. Aparat penegak hukum harus memiliki strategi khusus agar peredaran narkotika bisa diputus hingga ke akarnya," kata Syaeful, Senin (13/7).

Ia mengaku prihatin dengan semakin banyaknya keluhan masyarakat mengenai dugaan maraknya peredaran narkotika yang mulai menyasar kalangan remaja hingga anak usia sekolah. "Yang paling memprihatinkan adalah ketika masyarakat mulai mengeluhkan anak-anak mereka yang masih berstatus pelajar ikut terpapar. Ini menjadi alarm bagi kita semua. Jan-gan sampai generasi muda Kayong Utara menjadi korban akibat lemahnya pengawasan terhadap peredaran narkotika," ujarnya.

Baca Juga: Hunian di Desa Riam Berasap Jaya Digrebek, Warga Resah Beredar Paket Sabu Rp 20 Ribuan

Menurut Syaeful, penindakan hukum harus dilakukan secara berkelanjutan, bukan hanya ketika muncul kasus yang menyita perhatian publik. Pengawasan terhadap jalur-jalur yang dianggap rawan juga harus diperkuat. "Wi layah pelabuhan memiliki potensi besar dimanfaatkan sebagai jalur masuk peredaran narkotika. Karena itu, saya berharap aparat meningkatkan pengawasan, memperbanyak operasi, dan melakukan pemetaan terhadap titiktitik yang dianggap rawan," katanya.

Politisi GELORA tersebut juga meminta seluruh aparat penegak hukum memperkuat koordinasi agar upaya pemberantasan narkotika berjalan lebih efektif. "Saya percaya aparat memiliki kemampuan untuk memberantas peredaran narkotika. Yang dibutuhkan saat ini adalah langkah yang lebih masif, lebih terukur, dan lebih konsisten. Masyarakat membutuhkan rasa aman dan kepastian bahwa negara hadir melindungi mereka," tegasnya. Selain penegakan hukum, Syaeful menilai upaya pencegahan harus menjadi perhatian bersama. Pemerintah daerah, sekolah, tokoh agama, tokoh masyarakat, hingga keluarga diminta aktif memberikan edukasi kepada generasi muda mengenai bahaya penyalahgunaan narkotika. "Perang melawan narkotika bukan hanya tugas kepolisian atau aparat penegak hukum.

Ini menjadi tanggung jawab kita bersama. Orang tua harus memperkuat pengawasan terhadap anak-anaknya, sekolah meningkatkan edukasi, dan pemerintah harus memperkuat program pencegahan," ucapnya. Ia berharap aparat segera mengambil langkah nyata agar Teluk Batang tidak menjadi wilayah yang terus dibayangi peredaran narkotika. (dan)

Editor : Hanif
#peredaran narkotika #dprd kayong utara #aparat #teluk batang #keresahan masyarakat