PONTIANAK POST - Keberhasilan penyelenggaraan Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ) XXXIV (34) Tingkat Provinsi Kalimantan Barat di Kabupaten Kayong Utara tidak hanya diukur dari kelancaran perlombaan, tetapi juga dari kemampuan daerah menghadirkan lingkungan yang bersih, masyarakat yang ramah, serta pelayanan yang memberikan kesan positif bagi seluruh tamu. Hal tersebut disampaikan Bupati Kayong Utara, Romi Wijaya, saat membuka Bulan Bakti Gotong Royong Masyarakat (BBGRM) Tahun 2026 yang dirangkaikan dengan persiapan pelaksanaan MTQ ke 34 Tingkat Provinsi Kalimantan Barat.
Pemerintah Kabupaten Kayong Utara mengajak seluruh perangkat daerah, instansi vertikal, pemerintah kecamatan dan desa, organisasi kemasyarakatan, organisasi perempuan, pemuda, relawan, hingga masyarakat untuk bersama-sama menciptakan lingkungan yang bersih, tertata, dan asri.
Berbagai langkah dilakukan, mulai dari membersihkan lingkungan, memperbaiki fasilitas umum, menata taman dan ruang terbuka hijau, membersihkan drainase, hingga menumbuhkan budaya hidup bersih dan peduli terhadap lingkungan.
Bupati menilai, gerakan gotong royong yang dilakukan bukan sekadar bagian dari persiapan menyambut MTQ, tetapi juga menjadi investasi sosial dalam membangun karakter masyarakat yang peduli terhadap lingkungan dan mampu menjaga budaya kebersamaan.
"Gotong royong harus menjadi budaya yang terus tumbuh di tengah masyarakat, bukan hanya dilakukan menjelang kegiatan besar. Jika semangat ini terus terpelihara, manfaatnya akan dirasakan masyarakat dalam kehidupan sehari-hari maupun dalam mendukung pembangunan daerah," katanya Rabu (15/7). (dan )
Editor : Miftakhair