DPRD Soroti Krisis Air Bersih di Sukadana, Sebut Masalah Distribusi Tak Hanya Soal Pipa Induk yang Terbakar

Danang Prasetyo • Dipublikasikan Minggu, 19 Juli 2026 | 23:37 WIB
PERBAIKAN PIPA: Petugas Air dari UPT Air Bersih Dinas PUPR KKU memperbaiki pipa induk yang bocor akibat bencana karhutla.
PERBAIKAN PIPA: Petugas Air dari UPT Air Bersih Dinas PUPR KKU memperbaiki pipa induk yang bocor akibat bencana karhutla.

 

PONTIANAK POST – Distribusi air bersih di sejumlah wilayah Kecamatan Sukadana, Kabupaten Kayong Utara, terganggu setelah pipa induk di Dusun Parit Bugis, Desa Simpang Tiga, mengalami kebocoran akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Kondisi tersebut diperparah dengan menurunnya debit Sungai Buluh sebagai sumber air baku akibat musim kemarau.

Anggota DPRD Kabupaten Kayong Utara, Kamiriluddin, mengatakan pipa yang terdampak merupakan jalur utama penyaluran air bersih dari Sungai Buluh menuju sejumlah desa hingga pusat Kecamatan Sukadana. Ia menyampaikan kondisi itu berdampak langsung terhadap pelayanan air bersih bagi masyarakat.

Baca Juga: Karhutla di Kayong Utara Sebabkan Pipa Induk Air Bersih Bocor, Distribusi ke Pelanggan Sempat Terganggu

Dampak Gangguan Distribusi Air Bersih

Kamiriluddin mengaku telah berkoordinasi dengan petugas di lapangan untuk memastikan kondisi pipa yang terbakar.

"Saya turut prihatin atas musibah yang terjadi. Mengingat pipa induk itu sangat vital untuk mengalirkan air bersih kepada masyarakat. Tapi saya sudah konfirmasi langsung ke petugas air di lapangan, bahwa dikatakan pipa yang terbakar sudah diperbaiki," ungkapnya, Sabtu (18/7).

Meski perbaikan telah dilakukan, keluhan masyarakat terkait pasokan air bersih masih terus berdatangan. Menurutnya, warga di Dusun Siduk, Desa Simpang Tiga, serta Dusun Pematang Baros, Desa Riam Berasap Jaya, bahkan sudah cukup lama mengalami kesulitan memperoleh air bersih.

Baca Juga: Jelang MTQ Kalbar 2026, Krisis Air Bersih di Sukadana Belum Teratasi, Warga Desak Pemkab Kayong Utara Bergerak

Penyebab Tidak Hanya Pipa Rusak

Kamiriluddin menjelaskan, berdasarkan informasi dari petugas di lapangan, gangguan distribusi tidak hanya dipicu oleh kerusakan pipa induk. Penurunan debit air Sungai Buluh akibat musim kemarau juga menjadi faktor utama yang membatasi pasokan air ke pelanggan.

Kondisi tersebut menyebabkan distribusi air bersih belum dapat kembali normal meskipun perbaikan jaringan telah dilakukan.

DPRD Imbau Warga Hemat Air

Di tengah keterbatasan pasokan, Kamiriluddin mengimbau masyarakat menggunakan air secara bijak agar distribusi dapat dirasakan lebih merata.

"Mari sama sama kita tumbuhkan rasa kepedulian akan air bersih. Tutup kran jika tidak menggunakan air, sebab saudara kita yang lain masih banyak belum mendapatkan air bersih disebabkan ada di antara kita yang kurang peduli dan membiarkan air mengalir terbuang," harapnya.

Imbauan tersebut ditujukan untuk mengurangi pemborosan air selama pasokan masih terbatas sehingga kebutuhan warga di wilayah lain tetap dapat terpenuhi.

DPRD Minta Penanganan Wilayah yang Bertahun-Tahun Kesulitan Air

Selain menyoroti gangguan akibat karhutla dan musim kemarau, Kamiriluddin meminta adanya penanganan khusus bagi warga Ujung Tanjung, Dusun Siduk, dan Dusun Pematang Baros. Menurutnya, kawasan tersebut telah bertahun-tahun belum menikmati layanan air bersih secara optimal meskipun jaringan pipa sudah tersedia.

"Air bersih di pemukiman tersebut sempat mengalir saat awal-awal pipa dipasang. Soal ini juga sudah sering saya sampaikan ke dinas terkait bahkan beberapa kali rapat di DPRD selalu saya ingatkan, namun memang perlu penanganan lebih lanjut ke depannya," ujarnya.

Baca Juga: Warga Pontianak Diimbau Hemat Air, Kemarau Panjang Ancam Pasokan Air Baku PDAM

Penanganan Jangan Hanya Fokus Perbaikan Pipa

DPRD berharap penanganan terhadap gangguan distribusi air bersih tidak hanya berfokus pada perbaikan jaringan pipa, tetapi juga mencakup solusi terhadap keterbatasan sumber air baku selama musim kemarau. Sementara itu, masyarakat diimbau tetap menghemat penggunaan air hingga distribusi kembali berjalan optimal.

Sebelumnya, Kepala UPT Pelayanan Air Bersih Dinas PUPR Kabupaten Kayong Utara, Hermawan, mengatakan kebocoran terjadi pada jaringan pipa broncaptering Sungai Buluh di Parit Bugis, Desa Simpang Tiga telah selesai diperbaiki oleh petugas.

"Kejadiannya di Parit Bugis, pada jaringan pipa broncaptering Sungai Buluh. Yang terbakar atau bocor hanya satu titik dan sudah diperbaiki," kata Hermawan. Ia menyebut aliran air bersih telah kembali berfungsi setelah proses perbaikan selesai dilakukan.

Hermawan juga mengimbau masyarakat untuk bersama-sama mencegah kebakaran hutan dan lahan agar kejadian serupa tidak kembali terjadi dan tidak mengganggu pelayanan air bersih maupun fasilitas umum lainnya.(dan)

Editor : Uray Ronald
Sumber : Pontianak Post
Krisis Air Bersih Sukadana distribusi air bersih Kayong Utara pipa induk terbakar Sukadana Kamiriluddin DPRD Kayong Utara penyebab gangguan air bersih Sukadana