PONTIANAK - Hipertensi atau tekanan darah tinggi adalah kondisi yang harus dikontrol agar tidak menyebabkan komplikasi serius seperti serangan jantung atau stroke.
Selain pengobatan medis, beberapa bahan alami dapat membantu menurunkan tekanan darah.
Berikut ini adalah tujuh bahan alami yang mudah ditemukan dan bisa menjadi pendamping dalam mengontrol tekanan darah tinggi menurut Dr Saddam Ismail dikutip dari akun youtube Saddam Ismail.
- Jahe
Jahe sudah dikenal sejak lama sebagai bahan tradisional untuk kesehatan. Kandungan senyawa dalam jahe memiliki efek mirip dengan obat antihipertensi, sehingga dapat membantu menurunkan tekanan darah secara alami.
Namun, jahe sebaiknya hanya digunakan sebagai pendamping, bukan pengganti obat dari dokter.
Anda bisa mengonsumsi satu gelas air perasan jahe setiap hari sebagai upaya pencegahan dan pengontrolan tekanan darah tinggi.
- Bawang Putih
Bawang putih merupakan bumbu dapur yang juga berkhasiat untuk menurunkan tekanan darah. Senyawa alisin dalam bawang putih membantu merelaksasi pembuluh darah, sehingga aliran darah lebih lancar dan tekanan darah menurun.
Menurut Dr Saddam Ismail, bawang putih juga bisa menurunkan kolesterol, yang merupakan salah satu faktor risiko hipertensi.
Untuk mendapatkan manfaat optimal, konsumsi bawang putih mentah sebanyak 2-3 siung per hari.
- Kayu Manis
Kayu manis sering digunakan untuk menambah cita rasa dalam masakan atau minuman. Selain rasanya yang khas, kayu manis juga berkhasiat menurunkan tekanan darah, terutama pada penderita diabetes tipe 2.
Penelitian dalam jurnal Nutrition tahun 2011 menyebutkan bahwa kayu manis dapat membantu menurunkan tekanan darah pada kondisi tersebut.
- Akar Kucing (Catnip)
Akar kucing, atau catnip, merupakan salah satu tanaman herbal yang sering digunakan untuk mengobati tekanan darah tinggi.
Akar kucing bekerja dengan menghambat reaksi kalsium dalam sel tubuh, yang efeknya mirip dengan beberapa obat antihipertensi.
Akar kucing juga tersedia dalam bentuk suplemen di apotek, dan bisa dikonsumsi sesuai petunjuk pemakaian.
- Seledri
Seledri mengandung senyawa pitalit yang dapat membantu melemaskan dinding pembuluh darah, sehingga tekanan darah dapat menurun.
Selain itu, seledri juga kaya akan magnesium dan kalium yang baik untuk kesehatan jantung dan pembuluh darah.
Menambahkan seledri dalam diet harian Anda dapat membantu menjaga tekanan darah tetap normal.
- Daun Basil
Daun basil mengandung eugenol, senyawa yang dapat membantu melebarkan pembuluh darah dengan memblokir reaksi kalsium.
Efek ini mirip dengan beberapa obat antihipertensi, sehingga daun basil dapat membantu menurunkan tekanan darah.
Basil bisa dikonsumsi dalam bentuk segar atau ekstrak untuk mendapatkan manfaatnya.
- Kapulaga
Kapulaga merupakan rempah yang memiliki kemampuan untuk menurunkan tekanan darah dengan cara menghambat reaksi kalsium dalam tubuh, mirip dengan cara kerja daun basil dan akar kucing.
Mengonsumsi kapulaga secara rutin bisa membantu menjaga tekanan darah tetap stabil.
Baca Juga: Meski Ditetapkan Tersangka, Anggota DPRD Singkawang Terpilih Tetap Ikuti Gladi Bersih Pelantikan
Konsultasi dengan Dokter Tetap Diperlukan
Dr Saddam Ismail mengatakkan, meski bahan-bahan alami ini bermanfaat, penting untuk tetap mengikuti saran dari dokter, terutama jika Anda sedang menjalani pengobatan medis.
Jangan berhenti mengonsumsi obat yang diresepkan dokter tanpa berkonsultasi terlebih dahulu.
"Bahan alami ini sebaiknya digunakan sebagai pendamping terapi medis, bukan sebagai pengganti," ungkapnya di dalam video.
Jika Anda belum memiliki tekanan darah tinggi, bahan-bahan ini juga dapat digunakan sebagai pencegahan. (mif)
Editor : Miftahul Khair