PONTIANAK POST - Saat sedang menikmati makanan, seringkali kita merasa ingin menyegarkan tenggorokan dengan minuman yang dingin dan menyegarkan, yang dapat menambah kenikmatan saat makan.
Es teh, dengan kesegarannya yang khas dan aroma teh yang menggoda, sering kali menjadi pilihan favorit banyak orang di berbagai kesempatan.
Rasanya yang manis, dingin, dan menyegarkan memang sangat memanjakan lidah, terutama setelah menyantap makanan berat atau pedas.
Namun, tahukah Anda bahwa kebiasaan meminumnya setelah makan ternyata bisa membawa dampak kurang baik bagi kesehatan tubuh?
Meskipun terasa menyegarkan, sayangnya kandungannya dapat membawa beberapa efek negatif bagi kesehatan kita.
Yuk, kita bahas lebih lanjut mengapa es teh sebaiknya dihindari saat makan.
Dilansir dari website Dapur Umami berikut adalah kandungan zat gizi dalam segelas es teh:
- Energi: 90 kkal
- Lemak: 0 gram
- Lemak Jenuh: 0,004 gram
- Lemak Tak Jenuh Ganda: 0,007 gram
- Lemak Tak Jenuh Tunggal: 0,002 gram
- Protein: 0,02 gram
- Karbohidrat: 23,44 gram
- Gula: 22,83 gram
- Sodium: 6 mg
- Kalium: 74 mg
Walaupun memiliki kandungan lemak dan protein yang rendah, minuman ini mengandung gula dalam jumlah yang cukup tinggi, yaitu sekitar 22,83 gram per gelas.
Dengan kata lain, meskipun terasa ringan, minuman ini dapat meningkatkan asupan kalori dari gula tambahan secara signifikan.
Dampak Negatif Minum Es Teh Setelah Makan
Menikmati segelas es teh setelah makan memang menyegarkan, tetapi ternyata bisa berdampak negatif pada kesehatan.
Dilansir dari website resmi Halodoc berikut adalah alasan mengapa minum es teh saat makan berbahaya bagi kesehatan, antara lain:
1. Menghambat Penyerapan Zat Besi pada Tubuh
Banyak penelitian yang menganjurkan untuk tidak meminum teh setelah makan.
Salah satunya seperti penelitian yang dipublikasikan Critical Reviews In Food Science and Nutrition berjudul Effect Of Tea and Other Dietary Factors on Iron Absorption.
Kandungan asam fitat yang ada pada teh dapat mengacaukan penyerapan zat gizi pada tubuh.
Sayangnya, interaksi antara asam fitat yang ada dalam teh disebut dapat menghambat penyerapan zat besi (Fe), seng (Zn) dan Magnesium (Mg). Jika hal ini terjadi, dikhawatirkan orang tersebut akan mengalami anemia atau kekurangan zat besi.
2. Memicu Terjadinya Konstipasi
Teh memiliki kandungan senyawa tanin di dalamnya.
Nah, karena kandungan tersebut, mengonsumsi teh setelah makan dikhawatirkan dapat memicu terjadinya konstipasi atau diare.
Sebab, salah satu manfaat dari tanin pada teh adalah bersifat anti diare. Senyawa tersebut bekerja dengan cara mengumpulkan protein di sekitarnya.
3. Picu Peningkatan Asam Lambung pada Perut
Teh yang diminum saat makan diduga berpotensi menjadi katalis yang dapat memicu produksi asam lambung berlebih.
Nah, asam lambung berlebih pada perut diketahui dapat memicu berbagai masalah saluran cerna seperti gastritis dan GERD.
Menurut studi berjudul Association Between Tea Consumption and Gastroesophageal Reflux Disease yang dipublikasikan pada 2019 silam, tidak ada hubungan yang signifikan antara konsumsi teh dan risiko GERD secara keseluruhan.
Namun, dalam analisis subkelompok, minum teh memang benar adanya dapat meningkatkan risiko GERD.
Oleh sebab itu, penelitian lebih lanjut tentunya masih diperlukan untuk benar-benar memastikannya.
Pilihan Minuman Setelah Makan
Untuk menjaga kesehatan, ada beberapa alternatif minuman yang bisa Anda pilih saat makan:
1. Air Putih
Alih-alih minum es teh, para peneliti lebih menyarankan untuk banyak minum air putih termasuk setelah makan.
Sebab air putih telah terbukti dapat membantu proses pencernaan makanan.
Selain itu, sebagian besar tubuh manusia terdiri dari air, sehingga penting untuk memastikan kebutuhan air dalam tubuh tercukupi.
2. Jus Buah
Selain air putih, kamu juga bisa mengonsumsi jus buah yang banyak mengandung vitamin C.
Sebab, minuman tersebut dapat membantu meningkatkan penyerapan zat besi.
Namun, pastikan untuk menghindari jus buah yang mengandung gula.
Tujuannya agar dapat terhindar dari gangguan kesehatan yang tidak diinginkan, seperti gigi berlubang hingga meningkatnya kadar gula dalam darah dan obesitas.
Penutup
Meskipun es teh adalah minuman yang menyegarkan, ternyata tidak baik diminum saat makan karena bisa mengganggu penyerapan zat gizi dan pencernaan.
Untuk mendapatkan manfaat kesehatan yang optimal, minumlah teh sekitar 1-2 jam setelah makan.
Dengan begitu, tubuh punya waktu yang cukup untuk menyerap zat gizi dari makanan.
Dengan mengetahui hal ini, kita bisa membuat pilihan yang lebih bijak untuk kesehatan tubuh kita. Jadi, mulai sekarang, cobalah untuk lebih selektif dalam memilih minuman saat makan ya. (ain/mgg)
Editor : Miftahul Khair