Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Sejarah Jamu Nusantara, Tetap Dipercaya Masyarakat di Tengah Medis Modern

Khoiril Arif Ya'qob • Sabtu, 17 Januari 2026 | 16:30 WIB
Ilustrasi jamu nusantara jadi pilihan masyarakat di tengah perkembangan teknologi kesehatan.
Ilustrasi jamu nusantara jadi pilihan masyarakat di tengah perkembangan teknologi kesehatan.

PONTIANAK POST - Di tengah pesatnya perkembangan pengobatan modern, jamu Nusantara masih menjadi pilihan masyarakat dalam menjaga kesehatan.

Berakar dari tradisi leluhur dan memanfaatkan bahan alami, jamu tetap dipercaya sebagai budaya sehat karena dinilai aman, mudah diakses, serta selaras dengan kearifan lokal yang telah diwariskan secara turun-temurun.

Melansir dari Kementerian Kebudayaan, jamu tidak sama dengan obat biasa, yaitu untuk kesehatan, kecantikan, kebahagiaan, dan lainnya.

Jamu dipercaya oleh masyarakat dapat meningkatkan kekebalan tubuh, menjaga kesehatan, dan membantu mengobati penyakit.

Resep Jamu sesuai untuk kesehatan pada delapan fase kehidupan seseorang sejak lahir hingga usia lanjut. Masyarakat menghubungkan warna dan bentuk tanaman dengan warna dan bentuk organ tubuh.

1. Asal Muasal Jamu

Kata Jamu berasal dari bahasa Jawa kuno yaitu jampi atau usodo.

Jampi atau usodo memiliki arti penyembuhan menggunakan ramuan obat-obatan atau doa-doa.

Istilah jampi banyak ditemukan pada naskah kuno, seperti pada naskah Gatotkacasraya yang ditulis oleh Mpu Panuluh dari Kerajaan Kediri pada masa Raja Jayabaya.

Pada awalnya, Jamu hanya diperuntukkan bagi kalangan istana kerajaan. Namun lambat-laun akhirnya Jamu mulai didistribusikan untuk masyarakat.

Pada perkembangan selanjutnya banyak pedagang yang berjualan Jamu secara berkeliling. Laki-laki membawanya dengan dipikul, perempuan membawanya dengan digendong.

Akan tetapi, tenaga laki-laki lebih dibutuhkan di bidang pertanian, sehingga penjual Jamu mulai didominasi oleh kaum perempuan yang menjajakannya dengan cara digendong.

2. Bahan Untuk Mengolah Jamu

Indonesia memiliki kekayaan hayati melimpah yang dapat dijadikan bahan-bahan untuk mengolah Jamu. Bahan utama untuk membuat Jamu merupakan anggota keluarga Zingerberaceae. 

Beberapa jenis tanaman yang termasuk dalam keluarga ini adalah jahe, kunyit, kencur, dan lengkuas. Tanaman ini memiliki khasiat masing-masing dan diolah menjadi beberapa jenis Jamu yang berbeda.

Tanaman- tanaman obat tersebut dicampur dengan bahan-bahan rempah. Rempah-rempah yang biasa digunakan dalam ramuan Jamu adalah biji pala, merica putih dan hitam, ketumbar, kayu manis, cengkeh, dan biji adas.

Jamu bukan sekadar ramuan tradisional, melainkan titik temu antara Warisan Budaya Takbenda dan kemajuan farmakologi modern.

Pengakuan UNESCO menjadi penanda penting bagi pelestarian kearifan leluhur ini, sementara proses saintifikasi yang terus berkembang memperkuat posisi jamu sebagai praktik kesehatan yang relevan di era modern.

Dengan dukungan ilmu pengetahuan, jamu berpeluang membuka jalan bagi masa depan layanan kesehatan yang bertumpu pada kekayaan sumber daya lokal. (*)

Editor : Miftahul Khair
#sejarah jamu #jamu #bahan bahan #pengobatan modern #Herbal