PONTIANAK POST - Perdebatan antara pengobatan medis dan herbal masih kerap terjadi di tengah masyarakat. Namun dokter penggiat kesehatan holistik dr Cahyono menilai dikotomi tersebut tidak relevan.
Melalui kanal YouTube Kasisolusi, ia menawarkan pendekatan jalan tengah berupa pengobatan holistik terintegrasi.
dr Cahyono menjelaskan bahwa konflik antara medis dan herbal lebih sering disebabkan oleh fanatisme, bukan karena salah satu pendekatan benar atau salah secara mutlak.
Menurutnya, masing-masing memiliki peran dan keunggulan yang tidak bisa saling meniadakan.
Baca Juga: 4 Resep Minuman Herbal Ampuh Tingkatkan Imunitas Tubuh Alami Saat Musim Hujan
“Masalahnya sering kali bukan di ilmunya, tapi di cara pandang. Ada yang merasa pendekatannya paling benar,” ujar dr Cahyono.
Ia menegaskan bahwa dunia medis memiliki keunggulan dalam hal diagnosis, teknologi, serta penanganan kondisi darurat.
Dalam situasi akut seperti serangan stroke, krisis hipertensi, atau komplikasi berat lainnya, intervensi medis modern menjadi kebutuhan yang tidak bisa ditawar.
Di sisi lain, dr Cahyono melihat pengobatan berbasis herbal memiliki keunggulan dalam membantu proses pemulihan dan perbaikan fungsi tubuh secara bertahap.
Herbal, menurutnya, bekerja lebih mendasar pada level sel dan metabolisme, terutama jika digunakan secara tepat dan berbasis ilmiah.
Baca Juga: Bawang Dayak: Herbal Ajaib dari Kalimantan yang Bisa Lawan Penyakit Serius, Begini Cara Konsumsinya
Namun ia juga mengingatkan bahwa herbal tidak boleh digunakan secara sembarangan tanpa pemahaman dosis, kandungan senyawa aktif, serta proses pengolahan yang benar.
“Kalau herbal asal direbus tanpa tahu dosis dan kandungan aktifnya, itu juga berisiko,” katanya.
dr Cahyono menekankan bahwa kemajuan ilmu pengetahuan memungkinkan herbal dan medis berjalan beriringan.
Teknologi modern dapat digunakan untuk mengekstraksi, menstandarkan, dan menguji bahan herbal sehingga aman dan efektif digunakan sebagai bagian dari terapi.
Ia menyebut pendekatan ini sebagai holistic integrated medicine, yakni kolaborasi antara medis konvensional, nutrisi, dan herbal berbasis sains.
“Medis itu alat, herbal itu bahan. Kalau digabungkan dengan benar, tujuannya satu: pasien sembuh,” tegasnya.
Menurut dr Cahyono, orientasi utama dalam dunia kesehatan seharusnya bukan memenangkan perdebatan, melainkan menghadirkan solusi terbaik bagi pasien.
Baca Juga: Sakit Gigi Tiba-tiba? Coba Ramuan Herbal dari Dapur yang Bisa Redakan Nyeri tanpa Obat Kimia
Dengan pendekatan yang terbuka dan kolaboratif, ia meyakini pengobatan holistik dapat menjadi jawaban atas meningkatnya penyakit kronis di masyarakat. (*)
Editor : Miftahul Khair