Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Bursa Properti

Mengenal Bag Lady Syndrome, Ketakutan Kehabisan Uang yang Bisa Sebabkan Stres

Chairunnisya • Jumat, 10 April 2026 | 17:23 WIB
Ilustrasi wanita dan uang (PEXELS)
Ilustrasi wanita dan uang (PEXELS)

PONTIANAK POST-Merasa cemas setiap kali mengeluarkan uang, meski sebenarnya mampu, bukanlah hal yang jarang terjadi. Ketakutan finansial kerap muncul diam-diam dan tidak hilang, meski kebutuhan sudah terpenuhi atau penghasilan tetap mengalir.

Dilansir dari HuffPost, dalam kondisi tertentu, kecemasan ini bisa berkembang menjadi fenomena yang dikenal sebagai Bag Lady Syndrome. Meski bukan diagnosis medis resmi dan istilahnya berasal dari stereotip lama, kondisi ini menggambarkan ketakutan nyata yang dialami banyak orang, tanpa memandang gender.

Terapis keuangan sekaligus pekerja sosial, Lindsay Bryan-Podvin, menjelaskan bahwa Bag Lady Syndrome adalah rasa takut berlebihan akan kehabisan uang hingga hidup dalam kondisi miskin.

“Ini biasanya berupa kecemasan mendalam tentang ketidakmampuan mempertahankan gaya hidup di masa depan, meskipun kondisi finansial saat ini sebenarnya cukup baik,” ujarnya.

Baca Juga: CEO Indodax Beri Tips Investasi Agar Tidak Boros Kelola Uang THR

Pendiri platform edukasi keuangan, Bola Sokunbi, menambahkan bahwa kondisi ini sering kali tidak sepenuhnya berkaitan dengan jumlah uang yang dimiliki, melainkan rasa aman dan kebutuhan akan kontrol.

“Banyak orang tetap merasa cemas seolah-olah segalanya bisa runtuh kapan saja, meski secara finansial mereka baik-baik saja,” katanya.

Akibatnya, individu dengan kondisi ini cenderung sangat berhati-hati dalam membelanjakan uang, bahkan merasa bersalah saat membeli sesuatu yang sebenarnya mampu mereka beli. Uang pun berubah dari alat pendukung menjadi sumber stres.

Selain itu, mereka kerap enggan berinvestasi atau justru menyimpan uang secara berlebihan tanpa perencanaan jangka panjang. Dalam beberapa kasus, perilaku ini bisa menjadi tidak efisien.

Baca Juga: Belajar dari Kampung Febri: Tips Menghindari Investasi Bodong dan Mengelola Keuangan Keluarga ala Helmi Yahya

Tak hanya itu, sebagian orang juga cenderung menimbun barang atau membeli berlebihan “untuk berjaga-jaga”, serta kesulitan menggunakan barang yang sudah dibeli karena takut “terbuang sia-sia”.

Faktor Psikologis dan Sosial

Kondisi ini tidak lepas dari faktor psikologis dan pengalaman hidup. Kecemasan, rasa takut, hingga perasaan tidak berdaya menjadi dampak yang sering muncul.

Menurut Bryan-Podvin, banyak individu mengalami hypervigilance, yakni kewaspadaan berlebihan yang membuat mereka terus membayangkan skenario terburuk, memeriksa kondisi keuangan berulang-ulang, hingga mencari informasi yang memperkuat ketakutan tersebut.

Dampaknya juga bisa meluas ke kehidupan sosial. Mereka cenderung menghindari kegiatan yang melibatkan pengeluaran uang, sehingga perlahan menarik diri dari lingkungan pergaulan.

Baca Juga: Bijak Mengelola Keuangan

Pakar kesehatan, Cathleen Bell, menyebut kondisi ini berkaitan erat dengan rasa aman secara emosional.

“Banyak orang membawa trauma finansial, seperti perceraian, kehilangan pekerjaan, atau tumbuh dalam kondisi ekonomi tidak stabil,” ujarnya.

Fenomena ini juga lebih banyak dialami perempuan, dipengaruhi oleh faktor sosial seperti ketimpangan pendapatan, tanggung jawab pengasuhan, serta minimnya literasi keuangan.

Cara Mengatasinya

Meski terasa berat, Bag Lady Syndrome bukan kondisi permanen. Ada sejumlah langkah yang bisa dilakukan untuk mengelolanya.

1.    Sadar dan terima rasa takut

Langkah pertama adalah menyadari dan menerima rasa takut tersebut tanpa menghakimi diri sendiri.

“Keinginan untuk merasa aman secara finansial adalah hal yang wajar. Yang perlu dihindari adalah membiarkan ketakutan mengendalikan setiap keputusan,” kata Sokunbi.

2.    Mencari bantuan profesional

Bisa mencari bantuan profesional seperti psikolog atau terapis keuangan, juga dapat membantu memahami akar kecemasan dan mengelolanya dengan lebih sehat. Selain itu, penting untuk memisahkan antara fakta dan ketakutan.

Baca Juga: 10 Cara Mengelola Keuangan Secara Sehat agar Terhindar dari Utang

3.    Paham kondisi keuangan

Memahami kondisi keuangan secara nyata, mulai dari pemasukan hingga pengeluaran, dapat membantu membangun rasa percaya diri.

4.    Realistis menyusun anggaran

Menyusun anggaran berdasarkan data yang realistis, menetapkan tujuan keuangan, serta memantau progres menjadi langkah penting berikutnya.

5.    Bikin perhitungan konkret

Bryan-Podvin juga menyarankan untuk membuat perhitungan konkret terkait kekhawatiran yang dimiliki. Misalnya, jika takut kehilangan pekerjaan, hitung kebutuhan hidup bulanan dan berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk mendapatkan pekerjaan baru.

6.    Ruang menikmati hidup

Di sisi lain, penting pula memberi ruang untuk menikmati hidup. Pengeluaran kecil yang terencana tidak serta-merta mengancam masa depan finansial.

“Mengubah cara pandang terhadap uang, dari berbasis ketakutan menjadi rasa aman, dapat memberikan dampak besar, tidak hanya secara finansial tetapi juga emosional,” ujarnya.

Dengan keseimbangan antara perencanaan masa depan dan menikmati kehidupan saat ini, perlahan rasa cemas dapat berkurang dan digantikan dengan kepercayaan diri dalam mengelola keuangan. (*)

Editor : Chairunnisya
#Bag lady syundrome #sindrom #stres berlebihan #uang #kesehatan