PONTIANAK POST - Kurang tidur sering dianggap sepele, padahal dampaknya bisa serius bagi fungsi otak.
Dalam unggahan di platform X pada (15/4), dr Adam Prabata menyampaikan dampak dari begadang.
Bahwa kebiasaan tidur kurang dari enam jam per hari selama dua minggu dapat menurunkan kemampuan kognitif secara signifikan.
Baca Juga: Sering Begadang atau Tidur Terlalu Lama, Awas Berat Badan Bisa Naik Tanpa Kamu Sadari
Kurang Tidur Setara Tidak Tidur 48 Jam
Dalam unggahannya, dr Adam mengungkap hasil penelitian yang cukup mengejutkan.
“Durasi tidur kurang dari enam jam per hari tuh bikin kita setara kemampuan otaknya dengan orang yang sama sekali gak tidur dalam 2 hari berturut-turut,” tulisnya.
Kondisi ini menunjukkan bahwa kurang tidur kronis bisa berdampak sama buruknya dengan begadang ekstrem.
Baca Juga: Mengenal Tipe Kondisi Manusia yang Disukai dan Jadi Sasaran Utama Nyamuk
Bahaya yang Sering Tidak Disadari
Menurut dr Adam, banyak orang tidak menyadari bahwa mereka sebenarnya mengalami kurang tidur.
“Kurang tidur ini sering banget kita alami, tapi kita gak sadar,” jelasnya.
Yang lebih berbahaya, rasa kantuk biasanya hanya terasa di awal, kemudian tubuh mulai beradaptasi meski fungsi otak terus menurun.
Fungsi Otak Menurun Perlahan
Penurunan ini tidak terjadi secara tiba-tiba, melainkan bertahap.
“Kemampuan konsentrasi, reaksi, pengambilan keputusan, dan memori, kita bisa berkurang!” tegasnya.
Hal ini tentu berisiko, terutama bagi mereka yang memiliki pekerjaan dengan tanggung jawab besar.
Baca Juga: Waspada Sering Overthinking dan Kurang Tidur Ternyata Bisa Picu Risiko Stroke
Dampak Serius pada Pengambilan Keputusan
Kurang tidur bisa berujung fatal jika terjadi pada profesi yang membutuhkan ketelitian tinggi.
“Coba bayangin kalo kalian adalah dokter atau CEO yang selalu harus ambil keputusan penting?” katanya mencontohkan.
Kesalahan kecil akibat kurang fokus bisa berdampak besar dalam situasi krusial.
Baca Juga: Hati-Hati Doomscrolling Sebelum Tidur, Ini Dampaknya bagi Kesehatan Mental
Di akhir unggahannya, dr Adam memberikan pesan singkat namun penting. “Simpel. Usahain jangan kurang tidur deh, kasian otak lo,” kata dia.
Tidur bukan sekadar kebutuhan istirahat, melainkan fondasi penting bagi kesehatan otak. Mengabaikan kualitas dan durasi tidur dapat berdampak serius, meski sering tidak disadari dalam kehidupan sehari-hari. (*)
Editor : Miftahul Khair