Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Dibalik Tren Food Hack Viral Bapmericano dan Odeng Nasi, Ahli Gizi Beri Peringatan Kesehatan

Chairunnisya • Kamis, 23 April 2026 | 13:22 WIB
Mencampur nasi dengan es americano diklaim mengenyangkan dan bikin melek. Efek tersebut bisa jadi ada, tapi hanya jangka pendek. (JAWAPOS)
Mencampur nasi dengan es americano diklaim mengenyangkan dan bikin melek. Efek tersebut bisa jadi ada, tapi hanya jangka pendek. (JAWAPOS)

PONTIANAK POST - Tren food hack viral terus bermunculan di media sosial. Mulai dari nasi putih yang disiram es kopi Americano, dikenal sebagai bapmericano, hingga odeng yang disantap bersama nasi.

Meski terlihat unik dan menarik, kombinasi ini umumnya tinggi karbohidrat dan kalori, tetapi minim protein serta serat.

Jika dikonsumsi berlebihan atau dijadikan kebiasaan, pola makan seperti ini berpotensi mengganggu keseimbangan gizi dan kesehatan tubuh.

“Kalau menjadi pola, bisa menurunkan sensitivitas insulin dan meningkatkan risiko pradiabetes, diabetes, hipertensi, obesitas, hingga gangguan metabolik lainnya,” ujar Registered Dietitian Mochammad Rizal, MS, RD, dikutip dari Jawapos.

Baca Juga: Diet Efektif Tanpa Lapar dan Lemas: 3 Tips Agar Tubuh Sehat dan Bertenaga

Efek Kenyang Hanya Sesaat

Rizal mencontohkan tren bapmericano yang ramai diperbincangkan. Menurutnya, kombinasi ini tidak bisa dikategorikan sebagai menu bergizi seimbang karena tidak mengandung protein, serat, maupun lemak sehat.

“Nasi tetap sumber karbohidrat, sementara kopi Americano hampir nol kalori, tetapi mengandung kafein dan senyawa bioaktif seperti polifenol,” jelasnya.

Meski kerap diklaim mengenyangkan dan membuat lebih fokus, efeknya dinilai hanya sementara. Karbohidrat dari nasi putih memiliki indeks glikemik tinggi, sehingga gula darah cepat naik, tetapi juga cepat turun. Akibatnya, rasa kenyang tidak bertahan lama.

Pada sebagian orang, kafein bahkan bisa mempercepat rasa lapar atau memicu ketidaknyamanan pada perut.

“Tubuh memang mendapat lonjakan energi cepat, tapi turunnya juga cepat. Ini bukan solusi makan yang ideal,” tambahnya.

Baca Juga: Kurangi Kecemasan dengan Pola Makan Sehat, Ini Tipsnya

Odeng dan Nasi, Tinggi Karbohidrat dan Garam

Tren lain yang juga viral adalah mengonsumsi odeng bersama nasi putih. Meski odeng mengandung protein dari ikan, jumlahnya relatif kecil.

“Komposisi odeng lebih banyak tepung dan garam dibandingkan ikannya. Jadi, tidak cukup jika disebut sebagai sumber protein utama,” kata Rizal.

Jika dikonsumsi dalam jumlah banyak, asupan karbohidrat dan natrium bisa meningkat signifikan, sementara protein tetap kurang. Kondisi ini berbeda dengan mengonsumsi sumber protein utuh seperti ikan segar, telur, tempe, atau ayam.

Camilan Tinggi Energi Bukan Pengganti Makanan Utama

Kombinasi camilan seperti popcorn atau sus kering dengan susu UHT juga kerap dianggap sebagai food hack. Meski memberikan energi dan protein, pola ini tetap memiliki kekurangan.

Baca Juga: Lindungi jantung Anda sekarang! Ikuti Tips Ini Agar Hidup Sehat dan Bahagia

“Energi berasal dari camilan, sementara protein dari susu. Memang ada tambahan kalsium dan vitamin B, tetapi umumnya rendah serat dan tinggi kalori,” jelas Rizal.

Karena itu, menu seperti ini sebaiknya tidak dijadikan pengganti makanan utama, melainkan hanya camilan dengan porsi terbatas.

Waspadai Efek “Ketagihan”

Mengonsumsi food hack sesekali masih bisa ditoleransi. Namun, masalah muncul ketika menjadi kebiasaan atau comfort food harian.

Rizal mengingatkan tentang efek hyper palatable food, yaitu kombinasi gula, garam, dan lemak yang memicu rasa nyaman berlebihan. Kondisi ini dapat meningkatkan dopamin di otak dan membuat seseorang tanpa sadar makan berlebihan.

Baca Juga: Meal Prep Tanpa Kulkas? Ini Tips dan Triknya, Makanan Tetap Sehat dan Awet

Beberapa kelompok juga perlu lebih berhati-hati, seperti penderita maag atau GERD yang sebaiknya menghindari bapmericano. Penderita diabetes dan hipertensi juga perlu membatasi konsumsi makanan tinggi karbohidrat dan garam.

Selain itu, ibu hamil, ibu menyusui, serta individu yang sensitif terhadap kafein dianjurkan lebih selektif mengikuti tren ini.

Tetap Ingin Coba? Perhatikan Cara Konsumsinya

Jika tetap ingin mencoba food hack viral, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan. Jangan mengonsumsinya saat perut kosong. Sebaiknya makan terlebih dahulu dengan menu bergizi seimbang agar tidak berlebihan saat mencoba.

Selain itu, food hack juga bisa dimodifikasi agar lebih sehat, misalnya dengan menambahkan sumber protein, sayuran, atau membuat odeng sendiri dengan kadar garam lebih rendah dan kandungan ikan lebih banyak. (*)

Editor : Chairunnisya
#makanan viral #kopi #kesehatan #nasi #tips sehat