PONTIANAK POST - Wajah masih muda, tapi garis halus mulai muncul—realitas ini kini menghantui banyak anak usia 20-an atau Gen Z. Hal ini akibat gaya hidup yang tak terjaga.
Dokter dan ahli estetika dr. Dewita Kamaruddin mengungkapkan tanda awal penuaan kini semakin cepat terlihat.
Garis halus hingga garis senyum mulai muncul bahkan sejak usia muda.
“Tanda-tanda awal aging adalah garis ekspresi yang tipis, lalu muncul garis senyum,” ujarnya dalam konferensi pers Facial Harmony 2.0 di Jakarta, Rabu.
Ia menegaskan gaya hidup menjadi faktor utama yang mempercepat penuaan.
Kurang olahraga dan pola makan sembarangan membuat kulit kehilangan elastisitas.
Akibatnya, wajah tampak tidak segar dan mulai menunjukkan tanda-tanda penuaan.
“Ketika tidak olahraga, makannya juga sembarangan, jawline jadi tidak tegas,” kata Dewita.
Kebiasaan menggunakan vape atau rokok elektrik juga memperburuk kondisi kulit.
Kulit menjadi kusam dan kerutan halus muncul lebih cepat.
Bagian garis senyum bahkan bisa terlihat memiliki kulit berlebih.
Hal itu membuat wajah tampak lelah meski usia masih muda.
Menurut Dewita, garis senyum sebenarnya normal.
Namun, penurunan berat badan drastis atau faktor usia bisa mempertegas garis tersebut.
Perawatan sejak usia 20-an pun dinilai penting.
Ia menyarankan konsultasi dengan dokter untuk menentukan langkah yang tepat.
Mulai dari penguatan otot wajah hingga menjaga elastisitas kulit.
Salah satu metode yang bisa dilakukan adalah kolagen stimulator.
Selain itu, teknik deep lifting juga dapat membantu mengencangkan jaringan penopang wajah.
“Kamu tahu kamu bisa melakukan sesuatu, bukan berarti umur 20-an merasa masih muda,” tegasnya.
Ia mengingatkan, perawatan bukan untuk mengubah wajah secara berlebihan.
Melainkan menjaga tampilan tetap natural dan sehat. (ant)
Editor : Aristono Edi Kiswantoro