PONTIANAK POST - Menjaga kebersihan dan mengatasi bau badan sudah lama menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat. Sejak dulu, berbagai bahan alami dimanfaatkan untuk membantu menghilangkan bau tidak sedap secara aman.
Upaya mengatasi bau badan tidak sedap sudah menjadi bagian penting dari kehidupan bermasyarakat.
Praktik yang sudah berlangsung turun temurun awalnya menggunakan bahan tumbuhan dan mineral. Aneka bahan alam itu diolah dan dipakai langsung secara topikal dan internal tanpa bahan tambahan lain sebagai penghilang bau badan, bau mulut, dan bau urin.
Dalam sistem pengobatan tradisional Indonesia, terdapat praktik untuk mengatasi dan mencegah bau akibat infeksi bakteri dan jamur, terutama pada organ reproduksi wanita.
Baca Juga: Khasiat Nilam: Bisa Hilangkan Bau Badan Hingga Atasi Rematik
Penggunaan bahan alami secara teratur dapat memberikan efek penghilang bau badan dan umumnya tidak menimbulkan efek samping yang merugikan, seperti reaksi alergi.
Saat ini, berbagai produk penghilang bau badan telah tersedia di pasaran. Sebagian berbahan dasar alami, namun banyak pula yang menggunakan bahan kimia.
Deodoran bekerja dengan mencegah bakteri penyebab bau badan, sedangkan antiperspiran mengendalikan pembentukan keringat. Namun, bahan kimia tersebut berpotensi menimbulkan reaksi alergi berupa luka dan gatal.
Baca Juga: Mengapa Tetap Bau Badan Meski Sudah Mandi? Ini Penyebab dan Solusinya
Sebaliknya, bahan alami tetap mudah didapat dan relatif aman, salah satunya daun sirih. Dilansir dari Jawapos, daun sirih hijau telah lama digunakan sebagai penghilang bau badan dalam kehidupan masyarakat Indonesia.
Khasiatnya dipercaya mampu mengontrol bau badan, bau mulut, serta menjaga kesehatan wanita.
Cara penggunaannya cukup sederhana. Daun sirih biasanya direbus untuk diminum, atau air rebusannya digunakan sebagai pembasuh bagian tubuh tertentu setelah mandi secara teratur.
Baca Juga: Atasi Bau Badan secara Alami dengan 4 Bahan Dapur Ini, Simpel dan Ampuh
Praktik ini secara khusus dilakukan oleh wanita pascamelahirkan untuk mempercepat penyembuhan luka dan mencegah infeksi bakteri maupun jamur.
Infeksi tersebut dapat menyebabkan timbulnya bau tidak sedap dan berpotensi mengganggu fungsi reproduksi wanita. Karena itu, penggunaan daun sirih menjadi bagian dari perawatan tradisional yang masih bertahan hingga kini.
Ulasan jurnal ilmiah tahun 2022 juga menyebutkan bahwa daun sirih telah digunakan secara turun temurun dalam pengobatan Yunani, India, dan Tiongkok. Khasiatnya meliputi sebagai antibakteri, antivirus, serta membantu mengatasi bau mulut.
Kandungan utama daun ini adalah minyak atsiri yang memberikan aroma khas.
Baca Juga: Mengatasi Bau Badan di Masa Pubertas
Selain digunakan secara tunggal, bahan alami ini juga kerap dipadukan dalam berbagai ramuan untuk mengatasi bau badan. Namun, hasil optimal tetap perlu didukung dengan pola hidup sehat yang konsisten. (*)