PONTIANAK POST - Di tengah tren kembali ke bahan alami, daun beluntas hadir sebagai salah satu tanaman sederhana yang menyimpan banyak manfaat bagi kesehatan. Meski kerap dianggap biasa, tanaman ini justru memiliki potensi yang tidak boleh diabaikan.
Tanaman beluntas telah lama akrab dalam kehidupan masyarakat Jawa sebagai lalapan yang dipercaya mampu mengatasi bau badan tidak sedap. Tanaman ini biasanya tumbuh sebagai pagar rumah, meski kini mulai jarang ditemukan.
Daunnya dipetik, dicuci dengan air panas, lalu dapat langsung dimakan mentah. Umumnya, masyarakat memilih daun muda yang segar karena teksturnya lebih lembut dan rasanya tidak terlalu pahit dibandingkan daun yang lebih tua.
Baca Juga: Kaya Antioksidan, Berikut Manfaat Daun Ketumbar: Bisa Cegah Penyakit Jantung!
Menurut hasil penelitian yang dimuat dalam jurnal peneliti Indonesia (2024) dan Malaysia (2022), ekstrak daun beluntas memiliki berbagai khasiat, seperti antibakterial, antimikobakterial, antivirus, anti radang, dan antioksidan.
Kandungan senyawa di dalamnya antara lain glikosida terpenoid, kamferol, thiophenes, serta caffeoylquinic acid.
Dilansir dari Jawapos, Guru Besar Botani Farmasi dan Farmakognosi Fakultas Farmasi Universitas Airlangga, Prof Dr Apt Mangestuti Agil MS, menjelaskan bahwa pemanfaatan daun beluntas tidak hanya terbatas sebagai lalapan.
Baca Juga: Rahasia Sehat Buah Nanas jika Rutin Dikonsumsi: Kaya Vitamin dan Antioksidan
“Lebih dikenal untuk pemakaian internal, daun beluntas dapat diseduh dan dinikmati sebagai minuman teh," ujarnya.
Bahkan, dalam penelitian tersebut disebutkan bahwa aktivitas antioksidan teh beluntas lebih kuat dibanding teh dari daun tanaman teh. Temuan ini semakin memperkuat keyakinan bahwa daun beluntas memiliki potensi sebagai antimikroba yang layak untuk dikembangkan lebih lanjut.
Dengan berbagai manfaat tersebut, keberadaan tanaman beluntas sebagai pagar rumah seharusnya tidak lagi dipandang sebelah mata. Justru, tanaman ini bisa menjadi solusi alami yang mudah dijangkau untuk menjaga kesehatan sehari-hari. (*)
Editor : Chairunnisya