Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Bahaya Protein Berlebih bagi Tubuh: Waspadai 5 Tanda Peringatan Ini

Uray Ronald • Senin, 4 Mei 2026 | 16:01 WIB
Ilustrasi. (Pinterest)
Ilustrasi. (Pinterest)

 

PONTIANAK POST – Tubuh memang membutuhkan protein setiap hari agar metabolisme tetap sehat. Namun, konsumsi nutrisi ini tetap memiliki takaran yang direkomendasikan agar tidak menimbulkan masalah kesehatan.

Profesor nutrisi dari Harvard TH Chan School of Public Health, Teresa Fung, menyebut mayoritas orang sebenarnya sudah mencukupi kebutuhan proteinnya.

Konsumsi berlebih justru berisiko memicu gangguan kesehatan jangka panjang.

Risiko Dehidrasi dan Gangguan Urine

Salah satu tanda kelebihan protein adalah dehidrasi yang ditandai dengan rasa haus, pusing, hingga mulut kering.

Kondisi ini terjadi karena ginjal harus bekerja ekstra untuk memproses sisa nitrogen dari protein.

Baca Juga: Pentingnya Protein untuk Massa Otot: Rahasia Hidup Aktif di Segala Usia

“Saat protein dicerna, nitrogen perlu dikeluarkan dari tubuh. Seiring waktu, proses ini dapat menyebabkan dehidrasi,” jelas Babak Razani, MD, dari Universitas Pittsburgh dilansir Antara.

Selain dehidrasi, kadar protein yang terlalu tinggi dapat menyebabkan urine berbusa atau proteinuria.

Gejala ini patut diwaspadai karena berpotensi menjadi indikator awal kerusakan pada organ ginjal.

Bahaya Batu Ginjal dan Pencernaan

Konsumsi protein hewani yang berlebihan juga dapat memicu pembentukan batu ginjal. Hal ini disebabkan oleh gangguan tingkat keasaman urine yang merangsang produksi zat oksalat di dalam hati.

Gejala batu ginjal biasanya meliputi nyeri tajam pada punggung bawah serta munculnya darah saat buang air kecil.

Baca Juga: Cara Hidup Lebih Sehat dan Panjang Umur, Lakukan 3 Langkah Praktis Ini Sekarang

Jika tidak dibatasi, kondisi ini akan memperparah kesehatan saluran kemih Anda.

Di sisi lain, pola makan tinggi protein yang rendah serat sering kali memicu masalah buang air besar (BAB).

"Masalah usus mungkin akibat dari asupan serat yang rendah," ungkap ahli diet Kristin Kirkpatrick.

Kenaikan Berat Badan dan Solusi Seimbang

Banyak orang mengira diet protein selalu menurunkan berat badan, padahal asupan kalori yang berlebih tetap memicu kegemukan.

Penambahan berat badan akan terjadi jika total kalori harian meningkat, meskipun sumbernya berasal dari protein.

Baca Juga: Manfaat Alam bagi Kesehatan: Santai 20 Menit di Taman Bisa Turunkan Stres dan Tekanan Darah

Untuk memastikan asupan tetap optimal, fokuslah pada ukuran porsi dan kombinasikan dengan makanan kaya nutrisi lain. 

Masukkan biji-bijian, buah, sayuran, dan lemak sehat seperti minyak zaitun dalam menu harian.

“Pastikan diet seimbang dengan jumlah protein dan nutrisi lain yang tepat,” pungkas Razani.*

Editor : Uray Ronald
#bahaya protein berlebih #gejala proteinuria #dampak kelebihan protein #tips diet seimbang. #kesehatan ginjal