PONTIANAK POST - Di tengah banyaknya pilihan makanan modern, tepung garut masih dipercaya sebagian masyarakat sebagai bahan alami untuk membantu mengatasi gangguan lambung. Penggunaannya bahkan sudah dilakukan secara turun-temurun.
Prof Dr Apt Mangestuti Agil MS menjelaskan bahwa tepung garut atau “arrowroot” memiliki efek “demulcent”, yakni membantu meredakan sekaligus melindungi dinding lambung dari kerusakan akibat keasaman.
“Tepung garut punya sejarah pemakaian turun-temurun untuk mengatasi gangguan lambung pada anak dan orang dewasa, termasuk gastritis,” ujarnya, dikutip dari Jawapos.
Ia menyebut bubur tepung garut memiliki rasa netral, tidak pedas, tidak asam, dan tidak mengandung gluten sehingga relatif aman bagi lambung sensitif.
Baca Juga: Bubur Sumsum dan Bubur Kacang Hijau Dinilai Ramah untuk Lambung Sensitif
Selain itu, kandungan serat pada garut juga membantu pergerakan saluran cerna dan berfungsi sebagai prebiotik. Tepung ini juga memiliki kandungan flavonoid yang membantu mengatasi peradangan.
Cara pengolahannya cukup sederhana, yakni dibuat menjadi bubur menggunakan air panas. Bisa juga ditambahkan madu sebagai pemanis. Untuk penderita gastritis, bubur garut disarankan dikonsumsi beberapa kali sehari dalam porsi kecil.
Publikasi hasil studi peneliti Indonesia tahun 2018 bahkan menunjukkan larutan tepung garut mampu membantu mengatasi luka pada dinding lambung tikus percobaan. Pada dosis tertinggi, kerusakan dinding lambung bahkan tidak terlihat.
Meski demikian, masyarakat diingatkan tetap memperhatikan kualitas produk tepung garut yang dibeli di pasaran agar tidak tercampur bahan lain. (*)
Editor : Chairunnisya