PONTIANAK POST- Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengidentifikasi 11 kasus hantavirus pada penumpang dan awak kapal pesiar Belanda MV Hondius yang terdampak wabah saat berlayar mendekati Cabo Verde.
Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus mengatakan sembilan kasus di antaranya telah terkonfirmasi sebagai hantavirus strain Andes, sementara dua lainnya masih berstatus kemungkinan besar terinfeksi.
“Sejauh ini, ada 11 kasus dilaporkan, termasuk tiga kematian. Semua kasus berasal dari penumpang atau awak kapal. Sembilan di antaranya terkonfirmasi sebagai virus Andes, sementara dua lainnya kemungkinan besar,” kata Tedros dalam konferensi pers bersama Perdana Menteri Spanyol Pedro Sanchez, Selasa.
WHO menerima laporan wabah tersebut pada awal Mei ketika kapal mendekati Cabo Verde, yang kemudian memicu perhatian internasional terkait potensi penyebaran penyakit.
Seluruh penumpang diketahui telah turun di Tenerife, Spanyol, pada akhir pekan lalu.
Tedros menegaskan seluruh kasus suspek maupun terkonfirmasi saat ini telah diisolasi dan berada dalam pengawasan medis ketat guna mencegah penularan lebih lanjut.
“Rekomendasi WHO adalah mereka harus dipantau secara aktif di fasilitas karantina tertentu atau di rumah selama 42 hari sejak paparan terakhir, yakni 10 Mei, sehingga berakhir pada 21 Juni,” ujarnya.
WHO juga meminta setiap orang yang mulai menunjukkan gejala segera menjalani isolasi.
Selain itu, negara-negara tujuan repatriasi penumpang diminta bertanggung jawab melakukan pemantauan kesehatan secara berkala terhadap penumpang dan awak kapal.
WHO menekankan seluruh negara terkait harus menyampaikan laporan perkembangan kesehatan para penumpang sesuai regulasi kesehatan internasional. (ant)
Editor : Basilius Andreas Gas