PONTIANAK POST - Masih banyak masyarakat yang memiliki kesalahpahaman tentang penggunaan alat kontrasepsi. Salah satu anggapan yang paling sering muncul adalah KB pasti membuat perempuan menjadi gemuk.
Dokter spesialis kebidanan dan kandungan RSUA, Dr dr Budi Prasetyo SpOG(K) mengatakan, anggapan tersebut tidak sepenuhnya benar.
Menurutnya, memang ada beberapa jenis kontrasepsi yang dapat memengaruhi berat badan pada sebagian perempuan.
’’Tetapi faktor terbesar tetap pola nutrisi, aktivitas fisik, dan metabolisme individu,’’ paparnya, dikutip dari Jawapos.
Baca Juga: IUD dan Implan Jadi Pilihan KB Jangka Panjang yang Efektif
Selain kontrasepsi hormonal, masyarakat juga dapat memilih metode non-hormonal seperti kondom. Metode ini tidak memengaruhi keseimbangan hormon sehingga tidak menimbulkan efek samping terkait mood, jerawat, maupun gangguan haid.
Namun, efektivitas kondom dinilai lebih rendah dibanding metode hormonal apabila penggunaannya tidak konsisten.
’’Namun, efektivitasnya lebih rendah dibanding metode hormonal, terutama bila tidak digunakan dengan konsisten,’’ kata Budi.
Baca Juga: Jangan Asal Pilih Kontrasepsi karena Setiap Pasangan Memiliki Kebutuhan Berbeda
Meski begitu, penggunaan kondom dengan benar tetap memiliki tingkat efektivitas tinggi. Jika digunakan secara tepat dan konsisten, efektivitas kondom bisa mencapai 98 persen.
Budi menegaskan, pemilihan kontrasepsi sebaiknya dilakukan berdasarkan kebutuhan dan kondisi kesehatan, bukan karena mitos yang berkembang di masyarakat. (*)
Editor : Chairunnisya