Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Tekanan Darah Tinggi Bisa Berbahaya Tanpa Gejala Sejak Usia Muda

Chairunnisya • Kamis, 14 Mei 2026 | 13:42 WIB
Ilustrasi darah tinggi. (FREEPIK)
Ilustrasi darah tinggi. (FREEPIK)

PONTIANAK POST - Tekanan darah tinggi kerap datang tanpa gejala.

Karena itu, hipertensi sering disebut sebagai “silent killer” yang diam-diam dapat merusak organ penting tubuh, bila tidak ditangani dengan baik.

Selain pengobatan medis, sejumlah bahan herbal juga bisa dipertimbangkan untuk mendukung terapi dokter.

Dilansir dari Jawapos. Prof Dr Apt Mangestuti Agil MS, Guru Besar Botani Farmasi dan Farmakognosi Fakultas Farmasi Universitas Airlangga, menyatakan hipertensi dapat dipicu berbagai faktor.

Baca Juga: Ahli Gizi Ingatkan Bahaya Sering Konsumsi Makanan Asin, Bisa Picu Hipertensi di Usia Produktif

Gangguan pembuluh darah, jantung, dan ginjal menjadi penyebab yang banyak ditemukan seiring pertambahan usia. Sementara pada usia muda, pola hidup dan faktor genetik turut memengaruhi risiko.

Peningkatan tekanan darah terjadi ketika angkanya berada di atas 120/80 mmHg.

Seiring bertambahnya usia, pembuluh darah mulai kaku dan menyempit sehingga jantung harus bekerja lebih kuat memompa darah. Kondisi itu membuat tekanan pada dinding pembuluh darah meningkat.

Selain itu, tekanan darah juga bisa meningkat ketika ginjal tidak mampu mengeluarkan kelebihan cairan tubuh, termasuk akibat tingginya kadar garam dalam darah.

Baca Juga: Faktor Keturunan Bisa Tingkatkan Risiko Penyakit Jantung dan Hipertensi, Ini Penjelasan Lengkap Dokter!

Kelebihan cairan menyebabkan volume darah bertambah sehingga kerja jantung semakin berat.

Dokter akan menentukan pengobatan berdasarkan penyebab hipertensi dan kondisi pasien. Dalam beberapa kasus, obat perlu diminum dalam jangka panjang.

Karena itu, penerapan gaya hidup sehat sejak usia muda menjadi langkah penting untuk menekan risiko hipertensi.

Baca Juga: Hipertensi Mengintai Tanpa Gejala, Rutin Periksa Tekanan Darah Tekan Risiko Komplikasi  

Faktor keturunan memang dapat meningkatkan risiko. Namun, pola hidup sehat tetap menjadi penentu keberhasilan pengendalian tekanan darah.

Di sisi lain, bahan alam juga telah lama digunakan masyarakat untuk mendukung pengobatan hipertensi.

Beberapa herbal yang disebut memiliki potensi membantu pengendalian tekanan darah antara lain kumis kucing, rambut jagung, meniran, daun sirsak, rosella, seledri, dan bawang putih.

Sejumlah penelitian juga mulai mengkaji mekanisme kerja bahan-bahan tersebut. (*)

Editor : Chairunnisya
#hipertensi #darah tinggi