PONTIANAK POST - Kebiasaan duduk terlalu lama saat bekerja ternyata dapat berdampak serius bagi kesehatan.
Dokter sekaligus edukator kesehatan Adam Prabata mengingatkan bahwa aktivitas duduk seharian berjam-jam tanpa banyak bergerak dapat meningkatkan risiko diabetes secara perlahan tanpa disadari.
Melalui unggahannya di platform X pada (20/5), dr Adam Prabata mengaku baru menyadari bahwa banyak pekerja kantoran menghabiskan waktu duduk hingga 8-10 jam setiap hari.
Baca Juga: Terlalu Lama Duduk di Depan Komputer Picu Cervical Syndrome pada Usia Muda
Menurutnya, durasi tersebut bahkan belum termasuk waktu saat berkendara atau berada di transportasi umum.
“Rata-rata orang kantoran bisa duduk 8-10 jam sehari tanpa benar-benar bergerak,” tulisnya.
Duduk Terlalu Lama Bisa Picu Diabetes
Lebih lanjut ia menjelaskan, berbagai penelitian menunjukkan bahwa kebiasaan duduk dalam waktu lama berkaitan dengan peningkatan risiko diabetes tipe 2.
Kondisi tersebut terjadi karena otot tubuh yang jarang aktif menjadi kurang sensitif terhadap insulin. Akibatnya, pengaturan gula darah dalam tubuh perlahan terganggu.
Baca Juga: Duduk dengan Melibatkan Kerja Otak Potensi Turunkan Risiko Demensia
“Mekanismenya adalah otot yang nggak aktif jadi kurang sensitif terhadap insulin,” jelasnya.
Ia juga mengungkapkan banyak pasien datang ke poliklinik dengan kadar gula darah yang sudah tinggi meski selama ini merasa tubuhnya baik-baik saja.
“Banyak pasien merasa biasa aja selama bertahun-tahun, padahal gula darahnya sudah tinggi,” ujarnya.
Diabetes Sering Datang Tanpa Gejala
Menurut dr Adam, salah satu hal yang perlu diwaspadai adalah diabetes sering berkembang tanpa gejala yang jelas pada tahap awal.
Karena itu, kurangnya aktivitas fisik sehari-hari sering tidak disadari telah berdampak terhadap kesehatan metabolisme tubuh.
Ia menilai pola hidup sedentari atau terlalu lama duduk kini semakin umum terjadi, terutama di kalangan pekerja kantoran.
Baca Juga: Benarkah Angin Duduk Bisa Sebabkan Kematian? Ini Fakta Mengejutkannya
Cara Sederhana Kurangi Risiko Diabetes
Untuk membantu mengurangi risiko diabetes akibat terlalu lama duduk, dr Adam menyarankan masyarakat bergerak ringan setiap 30 menit.
Aktivitas sederhana seperti berdiri selama 2-3 menit, berjalan kaki mengambil minum, menyeduh kopi, atau melakukan peregangan ringan dinilai dapat membantu metabolisme glukosa tubuh tetap aktif.
“Kelihatannya sepele, tapi ini benar-benar bisa membantu metabolisme glukosa kita,” kata dokter tersebut.
Penjelasan semua itu merujuk pada penelitian Patterson (2018) mengenai hubungan perilaku sedentari dengan peningkatan risiko diabetes tipe 2 dan berbagai penyakit kronis lainnya. (*)
Editor : Miftahul Khair