PONTIANAK POST - Perubahan cuaca yang terjadi dalam waktu singkat sering kali berdampak pada kondisi kesehatan. Tak heran jika musim pancaroba identik dengan meningkatnya kasus berbagai penyakit.
Dari Batuk Pilek hingga DBD
Head of MCU National Hospital dr Karina Aprilia Wirajaya MHPM menyebut sejumlah penyakit yang kerap muncul saat cuaca tidak menentu.
Karina mengatakan penyakit yang paling sering ditemukan antara lain batuk pilek (bapil), flu, radang tenggorokan, diare, asma, rhinitis alergi, hingga Demam Berdarah Dengue (DBD).
Baca Juga: Madu dan Propolis: Solusi Alami Redakan Batuk dan Tingkatkan Imun
Menurutnya, perubahan suhu dan kelembapan membuat tubuh harus bekerja lebih keras untuk beradaptasi. Kondisi tersebut dapat menurunkan daya tahan tubuh, terutama pada kelompok rentan.
"Kondisi itu sering kali membuat anak-anak, lansia, hingga penderita penyakit kronis lebih mudah jatuh sakit. Apalagi udara lembap juga mendukung perkembangan virus, bakteri, dan nyamuk penyebab penyakit," paparnya, dikutip dari Jawapos.
Penting Mengenali Gejala Sejak Awal
Karina mengingatkan agar keluarga tidak mengabaikan gejala awal penyakit yang muncul selama musim pancaroba.
Baca Juga: Perawat RSUD Sultan Syarif Mohammad Alkadrie Ajak Warga Disiplin Etika Batuk Cegah Penyebaran TB
Langkah sederhana seperti memantau kondisi kesehatan dan menyiapkan kebutuhan dasar di rumah dapat membantu penanganan lebih cepat.
"Tujuannya bukan sekadar berjaga-jaga, tetapi juga membantu keluarga lebih sigap menghadapi gejala awal penyakit sebelum bertambah parah," ujarnya.
Dengan kewaspadaan yang baik, risiko komplikasi akibat penyakit musiman dapat diminimalkan sehingga aktivitas sehari-hari tetap berjalan lancar. (*)
Editor : Chairunnisya