Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Bursa Properti

Makan Daging Kambing Tidak Selalu Berbahaya, Asal Tidak Berlebihan

Chairunnisya • Rabu, 3 Juni 2026 | 18:42 WIB
Ilustrasi daging kambing.
Ilustrasi daging kambing.

PONTIANAK POST - Daging kambing sering menjadi menu favorit saat Iduladha maupun berbagai perayaan keluarga.

Namun, di balik kelezatannya, masih banyak anggapan bahwa konsumsi daging kambing identik dengan meningkatnya kolesterol dan gangguan kesehatan. Benarkah demikian?

Daging Kambing Punya Risiko dan Manfaat

Dilansir dari Jawapos, Guru Besar Botani Farmasi dan Farmakognosi Fakultas Farmasi Universitas Airlangga, Prof Dr Apt Mangestuti Agil MS, menjelaskan bahwa daging kambing memang mengandung kolesterol dan lemak jenuh yang dapat meningkatkan kadar kolesterol darah.

Baca Juga: Benarkah Daging Kambing Tinggi Kolesterol? Ini Fakta Gizi dan Cara Konsumsi yang Tepat

Meski demikian, daging kambing juga merupakan sumber protein berkualitas yang dibutuhkan tubuh untuk membangun sel-sel sehat.

Kecukupan protein berperan dalam pembentukan sel pengganti yang mati akibat faktor usia maupun penyebab lainnya. Sel yang sehat akan mendukung proses metabolisme sehingga tubuh mampu menghasilkan energi untuk aktivitas sehari-hari.

Proses metabolisme yang berjalan baik juga membantu menjaga suhu tubuh tetap normal sehingga fungsi organ dan sistem tubuh dapat bekerja optimal.

Baca Juga: Daging Kambing Datangkan Banyak Penyakit? Ini Mitos dan Faktanya

Konsumsi Secukupnya Jadi Kunci

Menurut Prof Mangestuti, masalah kesehatan umumnya muncul ketika konsumsi daging dilakukan secara berlebihan.

Terlalu banyak mengonsumsi daging kambing berpotensi meningkatkan kadar kolesterol dan trigliserida dalam darah.

Kondisi tersebut dapat mengganggu fungsi jantung dan pembuluh darah, termasuk memicu penyempitan pembuluh darah yang berisiko menyebabkan stroke.

Karena itu, daging kambing tetap dapat menjadi bagian dari pola makan selama dikonsumsi secara teratur dalam jumlah yang tidak berlebihan.

Rempah Membantu Menjaga Kesehatan

Prof Mangestuti menuturkan bahwa berbagai budaya kuliner telah lama mengenal cara mengolah daging agar tetap lebih ramah bagi kesehatan.

Baca Juga: Daging Kambing Sumber Kolesterol, Benarkah? Ini Penjelasannya

Di Timur Tengah misalnya, daging sering dimasak menggunakan bawang putih, adas, bawang merah, kumin, dan tomat. Rempah-rempah tersebut dikenal kaya kandungan yang bermanfaat bagi kesehatan tubuh.

Selain itu, penggunaan rempah segar dan proses memasak dengan api sedang juga penting untuk menjaga kualitas kandungan alaminya. (*)

Editor : Chairunnisya
#tips memasak #daging kambing #tips sehat