PONTIANAK POST - Bekerja dari kafe atau work from cafe (WFC) kini menjadi pilihan banyak pekerja kreatif, karyawan fleksibel, hingga mahasiswa.
Namun, di balik suasana kerja yang lebih santai, ada risiko kesehatan yang perlu diperhatikan, terutama gangguan pada tulang belakang.
Keluhan Nyeri Banyak Dialami Usia Produktif
Dokter spesialis Orthopaedi dan Traumatologi Mayapada Hospital Surabaya, dr Reyner Valiant Tumbelaka MKed Klin SpOT, mengatakan jumlah pasien usia produktif dengan keluhan nyeri tulang belakang semakin meningkat.
Baca Juga: Jahe dan Golden Milk Jadi Minuman Hangat Penjaga Kesehatan Saraf
"Pasien usia produktif yang datang dengan keluhan nyeri punggung, leher, bahu, punggung atas maupun bawah makin banyak. Tidak seperti dulu yang didominasi oleh orang tua," jelasnya.
Menurut Reyner, perubahan gaya hidup menjadi salah satu faktor yang memengaruhi peningkatan kasus tersebut.
Kebiasaan bekerja berjam-jam menggunakan laptop dengan posisi tubuh yang kurang ergonomis, baik dari rumah maupun kafe, dapat memberikan tekanan berlebih pada tulang belakang.
Baca Juga: Ingin jadi Dokter Saraf, Terpesona Melihat Cara Merawat Pasien
Kursi Kafe Tidak Selalu Mendukung Postur Tubuh
Tidak semua tempat bekerja seperti kafe dirancang untuk aktivitas dalam waktu lama.
Kursi tanpa sandaran atau meja yang kurang sesuai dapat membuat tubuh mempertahankan posisi yang tidak ideal selama berjam-jam.
"Dalam posisi duduk lama, otot penyangga tulang belakang bekerja keras untuk mempertahankan postur tubuh. Akibatnya terjadi kelelahan otot, kekakuan sendi, dan ketidakseimbangan otot yang menopang tubuh," katanya.
Baca Juga: Jangan Abaikan Tangan Gemetar dan Mudah Lupa, Dokter Ingatkan Bisa Jadi Tanda Gangguan Saraf
Reyner mengingatkan kebiasaan membungkuk saat melihat layar laptop maupun ponsel juga dapat memperburuk kondisi tersebut. (*)
Editor : Chairunnisya