PONTIANAK POST - Bekerja dalam posisi duduk selama berjam-jam menjadi kebiasaan yang semakin banyak dilakukan masyarakat modern.
Namun, kebiasaan tersebut dapat meningkatkan risiko gangguan tulang belakang apabila tidak diimbangi dengan aktivitas fisik.
Duduk Lama Salah Satu Faktor Risiko HNP
Baca Juga: Nyeri Menetap hingga Kesemutan Jadi Tanda Gangguan Tulang Belakang
Dokter spesialis Orthopaedi dan Traumatologi Mayapada Hospital Surabaya, dr Reyner Valiant Tumbelaka MKed Klin SpOT, menjelaskan salah satu gangguan yang dapat berkaitan dengan kebiasaan tersebut adalah Hernia Nucleus Pulposus (HNP) atau saraf terjepit.
Namun, ia menegaskan kondisi tersebut tidak disebabkan oleh satu faktor saja.
"Duduk lama menjadi salah satu faktor risiko, terutama bila disertai postur yang buruk, kurang olahraga, obesitas, atau kebiasaan mengangkat beban dengan cara yang salah," ujarnya dilansir dari Jawapos.
Baca Juga: Work From Cafe Nyaman, Tetapi Duduk Lama Bisa Ganggu Tulang Belakang
Menurut Reyner, duduk memberikan tekanan lebih besar pada bantalan tulang belakang dibandingkan berdiri.
"Bantalan tulang belakang atau diskus mendapatkan tekanan lebih berat saat duduk dibandingkan berdiri. Jika posisi duduk buruk berlangsung lama, tekanan yang tidak merata dapat mempercepat diskus menjadi aus dan sendi tulang belakang kaku,"
Bergerak Setiap 30 hingga 60 Menit
Untuk mengurangi risiko tersebut, Reyner menyarankan masyarakat tidak duduk terlalu lama tanpa jeda.
Menurutnya, seseorang cukup berdiri atau bergerak setiap 30 hingga 60 menit.
Aktivitas sederhana seperti berjalan mengambil minum, berdiri saat menerima telepon, atau melakukan peregangan ringan selama satu hingga dua menit sudah membantu mengurangi beban pada tulang belakang.
"Work from cafe boleh saja dilakukan, tetapi jangan lupa bahwa tubuh manusia dirancang untuk bergerak, bukan duduk diam selama berjam-jam," paparnya. (*)
Editor : Chairunnisya