PONTIANAK POST - Sayuran dikenal sebagai menu wajib bagi penderita penyakit jantung.
Namun, manfaatnya tidak hanya ditentukan oleh jenis sayur yang dipilih, melainkan juga cara mengolahnya agar kandungan gizinya tetap terjaga.
Jangan Terlalu Lama Memasak Sayur
Ahli gizi, Faiza Camila Sgz mengatakan proses memasak yang tepat membantu mempertahankan kandungan vitamin, mineral, dan antioksidan pada sayuran.
Baca Juga: Tips Memasak Sayur agar Nutrisinya Tidak Mudah hilang
"Disarankan memasak menggunakan sedikit air, waktu singkat, tidak banyak minyak. Bisa dengan cara dikukus, direbus sebentar, dipanggang, atau ditumis sebentar," kata Faiza, dikutip dari Jawapos.
Menurutnya, memasak sayuran terlalu lama (overcook) dapat merusak berbagai zat gizi penting. Vitamin C dan antioksidan termasuk nutrisi yang mudah rusak akibat paparan panas.
Selain itu, sebagian mineral seperti kalium dan magnesium juga dapat larut ke dalam air rebusan sehingga kandungannya berkurang.
Baca Juga: 6 Sayuran Penurun Trigliserida yang Ampuh dan Mudah Ditemukan
Hindari Sayuran Goreng
Faiza juga mengingatkan agar penderita penyakit jantung tidak menjadikan sayuran goreng sebagai menu sehari-hari.
"Saat digoreng, sayuran menyerap lebih banyak minyak sehingga kandungan lemak dan kalorinya meningkat. Apalagi bila menggunakan minyak yang dipakai berulang kali, akan terbentuk senyawa hasil oksidasi yang memicu stres oksidatif dan peradangan," jelasnya.
Baca Juga: Cara Aman Mengolah Sayur Beku Agar Nutrisi Tidak Banyak Hilang
Karena itu, metode memasak sederhana seperti mengukus, merebus sebentar, memanggang, atau menumis singkat dinilai lebih baik untuk menjaga kualitas nutrisi sekaligus mendukung kesehatan jantung. (*)
Editor : Chairunnisya