Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Zodiak

Cara Memasak Sayur Ternyata Berpengaruh pada Kesehatan Jantung, Ahli Gizi Ungkap Alasannya

Chairunnisya • Senin, 13 Juli 2026 | 18:43 WIB
Ilustrasi  perempuan makan sayur (JAWAPOS)
Ilustrasi perempuan makan sayur (JAWAPOS)

PONTIANAK POST - Sayuran dikenal sebagai menu wajib bagi penderita penyakit jantung.

Namun, manfaatnya tidak hanya ditentukan oleh jenis sayur yang dipilih, melainkan juga cara mengolahnya agar kandungan gizinya tetap terjaga.

Jangan Terlalu Lama Memasak Sayur

Ahli gizi, Faiza Camila Sgz mengatakan proses memasak yang tepat membantu mempertahankan kandungan vitamin, mineral, dan antioksidan pada sayuran.

Baca Juga: Tips Memasak Sayur agar Nutrisinya Tidak Mudah hilang

"Disarankan memasak menggunakan sedikit air, waktu singkat, tidak banyak minyak. Bisa dengan cara dikukus, direbus sebentar, dipanggang, atau ditumis sebentar," kata Faiza, dikutip dari Jawapos.

Menurutnya, memasak sayuran terlalu lama (overcook) dapat merusak berbagai zat gizi penting. Vitamin C dan antioksidan termasuk nutrisi yang mudah rusak akibat paparan panas.

Selain itu, sebagian mineral seperti kalium dan magnesium juga dapat larut ke dalam air rebusan sehingga kandungannya berkurang.

Baca Juga: 6 Sayuran Penurun Trigliserida yang Ampuh dan Mudah Ditemukan

Hindari Sayuran Goreng

Faiza juga mengingatkan agar penderita penyakit jantung tidak menjadikan sayuran goreng sebagai menu sehari-hari.

"Saat digoreng, sayuran menyerap lebih banyak minyak sehingga kandungan lemak dan kalorinya meningkat. Apalagi bila menggunakan minyak yang dipakai berulang kali, akan terbentuk senyawa hasil oksidasi yang memicu stres oksidatif dan peradangan," jelasnya.

Baca Juga: Cara Aman Mengolah Sayur Beku Agar Nutrisi Tidak Banyak Hilang

Karena itu, metode memasak sederhana seperti mengukus, merebus sebentar, memanggang, atau menumis singkat dinilai lebih baik untuk menjaga kualitas nutrisi sekaligus mendukung kesehatan jantung. (*) 

Editor : Chairunnisya
gizi untuk tubuh ahli gizi sayuran tips sehat makan sayur