PONTIANAK POST - Selain kaya nutrisi, krokot juga menjadi perhatian para peneliti karena potensi manfaatnya bagi kesehatan otak dan sistem saraf.
Dilansir dari Jawapos, Guru Besar Botani Farmasi dan Farmakognosi Fakultas Farmasi Universitas Airlangga, Prof. Dr. Apt. Mangestuti Agil MS, menjelaskan bahwa berbagai studi telah meneliti aktivitas antioksidan yang dimiliki tanaman tersebut.
Kaya Antioksidan
Baca Juga: Jangan Anggap Gulma, Krokot Ternyata Superfood Kaya Nutrisi untuk Kesehatan Tubuh
Menurut Prof. Mangestuti Agil, aktivitas antioksidan krokot berasal dari kombinasi asam lemak tidak jenuh, berbagai vitamin, serta senyawa bioaktif polifenol.
Aktivitas tersebut mendorong berbagai penelitian mengenai potensi krokot sebagai pelindung fungsi saraf.
Dibuktikan Melalui Penelitian
Hasil penelitian in vivo dan in vitro menunjukkan bahwa efek tersebut terutama berkaitan dengan kemampuan antioksidan krokot.
Baca Juga: Penderita Jantung Perlu Waspada, Ini Beberapa Sayuran Bisa Memicu Keluhan Tertentu
Salah satu penelitian dilakukan pada tikus yang mengalami stres oksidatif akibat pemberian rotenon.
Penelitian tersebut menunjukkan adanya efek penyembuhan melalui aktivitas antioksidan sekaligus modulasi sistem antioksidan yang diduga berperan melawan toksisitas sel saraf (neurotoxicity).
Menurut Prof. Mangestuti Agil, penelitian tersebut menjadi salah satu pembuka jalan menuju pemanfaatan krokot dalam penelitian penyakit Parkinson.
Baca Juga: Ini Kelompok Herbal Yang Mendukung Kesehatan Reproduksi Wanita Secara Alami
Omega-3 Ikut Berperan
Selain vitamin dan antioksidan, kandungan omega-3 juga diketahui memiliki peran penting.
Penelitian pada tikus hamil menunjukkan omega-3 mampu mencegah apoptosis akibat gangguan tiroid pada pembentukan otak kecil.
"Hasil ini memperkuat potensi krokot dalam mencegah kerusakan otak dan penyakit neurodegeneratif akibat stres oksidatif," pungkasnya. (*)
Editor : Chairunnisya