PONTIANAK POST - Tempe dan oncom telah lama menjadi bagian dari makanan sehari-hari masyarakat Indonesia. Di balik kesederhanaannya, kedua pangan fermentasi tersebut menyimpan manfaat bagi kesehatan usus.
Dilansir dari Jawapos, Guru Besar Botani Farmasi dan Farmakognosi Fakultas Farmasi Universitas Airlangga, Prof Dr Apt Mangestuti Agil MS, menjelaskan bahwa tempe dibuat melalui fermentasi menggunakan jamur Rhizopus oligosporus.
Fermentasi Permudah Penyerapan Gizi
Menurut Prof Mangestuti, meskipun jamur tersebut bukan kelompok bakteri probiotik dan sebagian besar akan mati saat dimasak, proses fermentasinya memberikan banyak manfaat.
Baca Juga: Ini Daftar Makanan Prebiotik Alami yang Baik untuk Menjaga Kesehatan Usus
Fermentasi membantu memecah protein sehingga lebih mudah dicerna. Selain itu, meningkatkan senyawa berkhasiat seperti peptida, antioksidan, mineral, dan serat yang dibutuhkan bakteri usus.
Oncom Juga Mendukung Kesehatan Cerna
Oncom dibuat melalui fermentasi ampas kacang dan kedelai menggunakan jamur.
Baca Juga: Tempe Hingga Edamame Jadi Sumber Protein Nabati Untuk Otot
Proses tersebut membantu menguraikan senyawa yang sulit dipecah, meningkatkan cita rasa, sekaligus menghasilkan protein, vitamin B, dan serat yang dibutuhkan mikrobiota usus.
Contoh Kearifan Lokal
Prof Mangestuti menilai tempe dan oncom menjadi contoh kearifan lokal yang menunjukkan proses fermentasi mampu meningkatkan kualitas gizi makanan, memperpanjang daya simpan, memanfaatkan bahan lokal secara efisien, serta mendukung kesehatan usus secara alami. (*)
Editor : Chairunnisya