Dokter Ungkap Cara Aman Berolahraga bagi Orang dengan Risiko Penyakit Jantung

Chairunnisya • Dipublikasikan Senin, 20 Juli 2026 | 20:25 WIB
Ilustrasi nyeri dada (AI)
Ilustrasi nyeri dada (AI)

PONTIANAK POST - Olahraga merupakan salah satu cara terbaik menjaga kesehatan tubuh, termasuk kesehatan jantung.

Namun, manfaat tersebut akan lebih optimal apabila diimbangi dengan pemahaman terhadap kondisi tubuh sendiri. Pemeriksaan kesehatan secara berkala menjadi langkah penting agar aktivitas fisik tetap aman dilakukan.

Dilansir dari Jawapos, dokter spesialis jantung National Hospital Surabaya, dr Fery Budiman Santoso SpJP, menegaskan bahwa pencegahan jauh lebih baik dibandingkan menangani kondisi darurat ketika gangguan jantung sudah terjadi.

Baca Juga: Orang Tiba-Tiba Pingsan Saat Olahraga? Dokter Jelaskan Langkah Pertolongan Pertama yang Benar

Pemeriksaan Jantung Membantu Deteksi Dini

Menurut Fery, pemeriksaan jantung secara berkala sangat dianjurkan, terutama bagi mereka yang memiliki riwayat penyakit jantung dalam keluarga.

Dengan deteksi dini, berbagai kelainan pada jantung dapat diketahui sebelum menimbulkan keluhan ketika seseorang berolahraga.

Selain memberikan rasa aman, hasil pemeriksaan juga membantu dokter menentukan apakah seseorang memerlukan penyesuaian intensitas aktivitas fisik.

Baca Juga: Gejala Serangan Jantung Saat Olahraga Tidak Selalu Nyeri Dada, Kenali Tandanya

Beragam Pemeriksaan Bisa Dilakukan

Fery menjelaskan terdapat beberapa jenis pemeriksaan yang dapat digunakan untuk mengevaluasi kondisi jantung. Beberapa di antaranya adalah elektrokardiogram (EKG), USG jantung, treadmill test, hingga pemeriksaan holter.

Pemeriksaan tersebut memiliki fungsi berbeda dalam menilai kondisi irama jantung, struktur organ, maupun respons jantung saat menerima beban aktivitas.

Dengan pemeriksaan yang sesuai, risiko gangguan jantung dapat dikenali lebih awal sehingga penanganan bisa dilakukan lebih cepat.

Baca Juga: Serangan Jantung Saat Bermain Padel Bukan karena Olahraganya Semata, Ini Penjelasannya

Riwayat Keluarga Tidak Boleh Diabaikan

Salah satu kelompok yang perlu lebih waspada adalah mereka yang memiliki anggota keluarga dengan riwayat penyakit jantung.

Menurut Fery, faktor tersebut menjadi alasan kuat untuk melakukan pemeriksaan secara rutin meskipun belum merasakan keluhan.

Deteksi dini menjadi peluang untuk menemukan gangguan sebelum berkembang menjadi kondisi yang lebih serius.

Olahraga Tetap Aman Asalkan Terukur

Fery menegaskan bahwa masyarakat tidak perlu takut berolahraga setelah muncul kasus serangan jantung saat aktivitas fisik.

Baca Juga: 80 Persen Serangan Jantung Bisa Dicegah, dr Adam Prabata Bagikan Cara Sederhana Ini

Yang terpenting adalah olahraga dilakukan sesuai kemampuan tubuh dan tidak memaksakan diri ketika kapasitas fisik sudah mencapai batas.

"Olahraga apapun, termasuk padel, selama terukur dan kita bisa mengontrol diri. Jangan hanya fokus pada permainan dan kerja sama tim, tapi juga dengarkan sinyal dari tubuh," lanjutnya.

Menurutnya, kemampuan mengenali kondisi tubuh merupakan bagian penting dari olahraga yang aman.

Baca Juga: Waspada! Ini 6 Tanda Serangan Jantung yang Sering Diabaikan dan Bisa Berakibat Fatal

Dengarkan Tubuh, Jangan Hanya Mengejar Performa

Banyak orang terlalu fokus meningkatkan performa olahraga tanpa memperhatikan respons tubuh.

Padahal, rasa cepat lelah, sesak, jantung berdebar, maupun penurunan kemampuan fisik dapat menjadi sinyal bahwa tubuh membutuhkan istirahat atau pemeriksaan lebih lanjut.

Fery mengingatkan bahwa tujuan utama berolahraga adalah menjaga kesehatan, bukan sekadar mencapai target tertentu.

Baca Juga: Mengapa Banyak Serangan Jantung Terjadi di Kamar Mandi? Cek Faktanya

Karena itu, aktivitas fisik sebaiknya dilakukan secara bertahap, sesuai kemampuan masing-masing, dan didukung pemeriksaan kesehatan apabila memiliki faktor risiko penyakit jantung.

Dengan mengenali kondisi tubuh sejak dini, melakukan skrining secara berkala, dan tidak mengabaikan sinyal yang muncul saat berolahraga, masyarakat tetap dapat menikmati manfaat olahraga sekaligus meminimalkan risiko gangguan jantung. (*) 

Editor : Chairunnisya
dokter jantung skrining jantung treadmill test olahraga aman EKG