Delapan Cara Menjaga Kesehatan Otak agar Tetap Tajam Saat Menua

Chairunnisya • Dipublikasikan Senin, 20 Juli 2026 | 17:17 WIB
Ilustrasi lansia (FREEPIK)
Ilustrasi lansia (FREEPIK)

PONTIANAK POST - Otak merupakan pusat pengendali berbagai fungsi tubuh, mulai dari berpikir, mengingat, mengatur emosi, hingga mengendalikan gerakan.

Karena itu, menjaga kesehatan otak menjadi bagian penting dari upaya mempertahankan kualitas hidup, terutama ketika seseorang memasuki usia lanjut.

Meski perubahan pada fungsi otak dapat terjadi secara alami seiring bertambahnya usia, berbagai kebiasaan sehari-hari dapat membantu menjaga kemampuan berpikir, daya ingat, dan kesehatan kognitif.

Baca Juga: Senyum Lansia di Panti Mulia Dharma Warnai Bakti Sosial HUT Bhayangkara ke-80

Dilansir dari Mayo Clinic, perlindungan otak perlu dilakukan melalui kombinasi gaya hidup aktif, pengelolaan kesehatan, serta stimulasi mental.

Berikut delapan langkah yang dapat dilakukan untuk menjaga kesehatan otak.

1. Rutin Berolahraga

Aktivitas fisik tidak hanya bermanfaat bagi tubuh, tetapi juga bagi otak. Olahraga membantu meningkatkan aliran darah ke otak, menjaga suasana hati, memperbaiki keseimbangan, serta mendukung fungsi kognitif.

Baca Juga: Ekstrak Daun Pegagan Disebut Baik untuk Fungsi Kognitif Wanita yang Demensia

Orang dewasa melakukan aktivitas aerobik intensitas sedang sekitar 150 menit per minggu, seperti berjalan cepat. Aktivitas tersebut dapat dibagi menjadi beberapa sesi agar lebih mudah dilakukan secara konsisten.

Selain olahraga aerobik, latihan kekuatan dan keseimbangan juga penting untuk menjaga kemampuan bergerak serta mengurangi risiko jatuh.

2. Lindungi Kepala dari Cedera

Cedera kepala dapat menyebabkan gangguan pada kemampuan berpikir, ingatan, koordinasi, hingga perubahan emosi.

Baca Juga: Duduk dengan Melibatkan Kerja Otak Potensi Turunkan Risiko Demensia

Karena itu, gunakan perlindungan yang tepat saat melakukan aktivitas yang berisiko menyebabkan benturan kepala, seperti bersepeda, mengendarai kendaraan tertentu, atau olahraga ekstrem.

Selain menggunakan helm, pencegahan jatuh di rumah juga penting, terutama bagi kelompok usia lanjut. Pastikan area rumah memiliki pencahayaan cukup, tidak banyak barang berserakan, dan lantai tidak licin.

3. Kendalikan Kondisi Kesehatan

Beberapa penyakit seperti tekanan darah tinggi, diabetes, dan penyakit jantung dapat meningkatkan risiko gangguan fungsi otak.

Menjaga tekanan darah, mengontrol kadar gula darah, mengikuti pengobatan sesuai anjuran dokter, serta melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin menjadi bagian penting dalam menjaga kesehatan otak.

Kesehatan pembuluh darah juga berhubungan erat dengan kesehatan otak karena otak membutuhkan pasokan darah dan oksigen yang cukup agar dapat bekerja optimal.

Baca Juga: Alzheimer jadi Penyebab Umum Demensia atau Pikun

4. Tetap Bersosialisasi

Hubungan sosial yang baik ternyata juga berperan dalam menjaga kesehatan mental dan fungsi otak.

Bertemu keluarga, berbincang dengan teman, mengikuti kegiatan komunitas, atau melakukan aktivitas bersama orang lain dapat membantu mengurangi stres dan rasa kesepian.

Keterhubungan sosial dapat membantu menjaga kesehatan emosional yang turut berkaitan dengan kemampuan berpikir dan daya ingat.

Baca Juga: Turunkan Kualitas Hidup, Gangguan Pendengaran Akibatkan Komunikasi Terhambat hingga Risiko Demensia

5. Tidur yang Berkualitas

Tidur menjadi waktu penting bagi otak untuk beristirahat dan memulihkan diri.

Kurang tidur dapat memengaruhi konsentrasi, daya ingat, suasana hati, serta kemampuan melakukan aktivitas sehari-hari. Orang dewasa sebaiknya mendapatkan sekitar 7–9 jam tidur setiap malam.

Jika mengalami gangguan tidur seperti mendengkur keras atau sering terbangun, sebaiknya berkonsultasi dengan tenaga kesehatan karena kondisi tersebut dapat berkaitan dengan gangguan tidur tertentu.

Baca Juga: Demensia Donald Trump Memburuk? Psikolog Beri Peringatan Keras

6. Pilih Makanan yang Mendukung Otak

Pola makan sehat dapat membantu menjaga fungsi otak dalam jangka panjang.

Pola makan MIND (Mediterranean-DASH Intervention for Neurodegenerative Delay) sebagai salah satu pendekatan yang berfokus pada makanan yang mendukung kesehatan otak.

Pola makan ini menekankan konsumsi sayuran hijau, sayuran lain, buah beri, kacang-kacangan, biji-bijian utuh, ikan, dan sumber protein sehat. Sebaliknya, makanan tinggi lemak jenuh, gula, dan makanan olahan perlu dibatasi.

7. Terus Melatih Otak

Seperti halnya otot tubuh, otak juga perlu dilatih agar tetap aktif.

Baca Juga: BPS Kalbar Sebut Persentase Penduduk Lansia Terus Mengalami Peningkatan

Berbagai kegiatan yang menantang kemampuan berpikir dapat membantu menjaga fungsi kognitif, seperti membaca, bermain permainan strategi, mengisi teka-teki, belajar keterampilan baru, memainkan alat musik, atau mengikuti kegiatan sosial yang membutuhkan interaksi mental.

Aktivitas baru dapat membantu otak membangun koneksi dan tetap aktif sepanjang kehidupan.

8. Bijak Menggunakan Obat dan Membatasi Alkohol

Obat-obatan tertentu dapat memengaruhi cara kerja otak apabila tidak digunakan sesuai aturan.

Baca Juga: Memahami Etika Orang Tua Pilih Senior Living sebagai Bentuk Kemandirian Lansia

Karena itu, selalu ikuti petunjuk penggunaan obat, termasuk obat bebas yang dapat dibeli tanpa resep. Selain itu, konsumsi alkohol berlebihan dapat meningkatkan risiko gangguan daya ingat dan memperburuk beberapa kondisi kesehatan seperti tekanan darah tinggi maupun diabetes.

Menjaga Otak Dimulai dari Kebiasaan Sehari-hari

Kesehatan otak tidak hanya ditentukan oleh usia atau faktor genetik. Banyak kebiasaan yang dapat dikendalikan, seperti tetap aktif bergerak, menjaga pola makan, tidur cukup, mengelola penyakit kronis, serta terus belajar dan bersosialisasi.

Baca Juga: Angka Lansia Terlantar Pontianak Turun

Menjaga kesehatan otak merupakan proses sepanjang hidup. Perubahan kecil yang dilakukan secara konsisten dapat membantu mempertahankan kemampuan berpikir dan kualitas hidup hingga usia lanjut.(*) 

Editor : Chairunnisya
kesehatan lansia menjaga fungsi otak otak tetap sehat penuaan sehat kesehatan otak