PONTIANAK POST - Banyak orang langsung mencoba berbagai produk saat mengalami rambut rontok.
Padahal, penanganan yang efektif bergantung pada penyebab kerontokan sehingga diagnosis yang tepat menjadi langkah pertama sebelum menentukan terapi.
Dilansir dari Jawapos, dokter spesialis kulit dan kelamin RS Royal Surabaya, dr Agustina Tri Pujiastuti SpDVE FINSDV, mengatakan setiap jenis kerontokan membutuhkan penanganan yang berbeda.
Baca Juga: Kapan Rambut Rontok Menjadi Tanda Penyakit? Ini Penjelasan Dokter Kulit
Pada alopecia androgenetik, misalnya, dokter biasanya memberikan hair tonic untuk merangsang pertumbuhan rambut. Dalam kondisi tertentu, terapi juga dapat disertai obat minum.
Terapi Disesuaikan dengan Diagnosis
Penanganan pada kelainan autoimun tentu berbeda.
"Pada kelainan autoimun, kita lakukan injeksi kortikosteroid pada area yang terjadi kebotakan. Kalau kekurangan nutrisi, kita beri suplemen sesuai kebutuhan. Terapi red light juga banyak digunakan saat ini," beber dokter Agustina.
Baca Juga: Tips Merawat Rambut Sehat di Balik Hijab agar Bebas Lepek dan Rontok
Selain terapi medis, beberapa bahan alami juga masih terus diteliti manfaatnya untuk membantu mengurangi kerontokan rambut.
Menurut dr Agustina, rosemary oil, pumpkin seed oil, dan coconut oil dapat disarankan sebagai pilihan pendukung dalam mengatasi rambut rontok.
Perawatan Sehari-hari Tak Kalah Penting
Selain terapi, kebiasaan merawat rambut juga berperan dalam mengurangi kerontokan.
Baca Juga: 5 Penyebab Utama Rambut Rontok dan Cara Mengatasinya Menurut Ahli
Pada rambut yang rusak atau bercabang, memotong rambut menjadi lebih pendek dapat membantu mengurangi kerontokan. Rambut juga sebaiknya tidak diikat terlalu kencang karena dapat menarik akar rambut.
Dr Agustina juga mengingatkan agar masyarakat mengurangi berbagai hair treatment yang berpotensi merusak batang rambut.
"Pada rambut yang rusak dan bercabang, memotong rambut pendek dapat membantu mengurangi kerontokan. Baiknya rambut tidak diikat hingga tertarik. Kurangi hair treatment yang berpotensi merusak rambut," pesannya.
Menurutnya, kombinasi diagnosis yang tepat, terapi sesuai penyebab, serta perawatan rambut yang baik menjadi langkah penting untuk membantu menjaga kesehatan rambut dalam jangka panjang. (*)
Editor : Chairunnisya