PONTIANAK POST - Memenuhi kebutuhan gizi anak sejak dini menjadi salah satu investasi terpenting bagi kesehatan jangka panjang.
Di antara berbagai bahan pangan lokal, daun kelor terus menarik perhatian karena kandungan gizinya yang melimpah dan telah banyak diteliti di berbagai negara.
Dilansir dari Jawapos, Guru Besar Botani Farmasi dan Farmakognosi Fakultas Farmasi Universitas Airlangga, Prof. Dr. Apt. Mangestuti Agil, MS, menjelaskan bahwa berbagai artikel ilmiah telah mengulas manfaat daun kelor dalam program perbaikan gizi di Indonesia maupun negara lain.
Baca Juga: Daun Kelor Membantu Memenuhi Nutrisi Kesehatan Reproduksi
Banyak Digunakan dalam Program Perbaikan Gizi
Menurut Prof. Mangestuti, berbagai program memanfaatkan daun kelor sebagai makanan tambahan bagi ibu hamil, ibu menyusui, bayi, balita, hingga anak usia sekolah.
Program tersebut terutama difokuskan pada masa awal kehidupan anak karena periode tersebut sangat menentukan pertumbuhan dan status gizi jangka panjang.
"Yang paling penting adalah program bagi tahun pertama kehidupan seorang anak. Terutama untuk mendapatkan efek pertumbuhan, kesehatan, dan status nutrisi jangka panjang," jelasnya.
Baca Juga: Ini Alasan Mengapa Daun Kelor Disebut Superfood Sumber Vitamin A
Ia menjelaskan, tujuan program tersebut adalah membentuk pola makan yang baik sejak dini sehingga anak memperoleh asupan nutrisi yang cukup dan tepat.
Dengan demikian, risiko kekurangan zat gizi mikro, penyakit infeksi, hingga gangguan pertumbuhan dapat ditekan.
Penting untuk Mendukung Pertumbuhan Anak
Prof. Mangestuti mengungkapkan, penelitian dari Hungaria pada 2021 menyoroti pentingnya pemenuhan nutrisi pada 1.000 hari pertama kehidupan.
Baca Juga: Nikmati Detoks Alami dengan Minuman Daun Kelor, Yuk Coba Resepnya!
Pada masa tersebut, anak membutuhkan asupan gizi yang memadai agar proses pertumbuhan dan perkembangan berlangsung optimal.
Menurutnya, kekurangan gizi pada periode tersebut dapat menyebabkan tengkes (stunting) yang tidak dapat diperbaiki setelah anak melewati usia dua tahun.
Selain menghambat pertumbuhan fisik, kondisi tersebut juga dapat memengaruhi fungsi kognitif otak.
Kandungan Gizi Daun Kelor Sangat Lengkap
Salah satu alasan daun kelor banyak mendapat perhatian adalah kandungan nutrisinya yang lengkap.
Baca Juga: Meski Baik untuk Kesehatan, Berikut Efek Samping Daun Kelor yang Perlu Anda Ketahui
Prof. Mangestuti menjelaskan bahwa berbagai penelitian menyebut kelor mengandung vitamin, mineral, serat, asam amino, serta berbagai senyawa fitokimia yang dibutuhkan tubuh.
Peneliti juga menyebut kandungan vitamin C daun kelor tujuh kali lebih tinggi dibanding jeruk, vitamin A sepuluh kali lebih tinggi dibanding wortel, kalium lima belas kali lebih tinggi dibanding pisang, serta zat besi dua puluh lima kali lebih tinggi dibanding bayam.
Selain itu, daun kelor mengandung berbagai senyawa fitokimia seperti sterol, tanin, terpenoids, alkaloid, fenolik, dan flavonoid.
Baca Juga: Tekan Stunting, Hasto Ajak Ibu Hamil dan Menyusui Konsumsi Daun Kelor
Berpotensi Menjadi Pelengkap Asupan Gizi
Dengan kandungan tersebut, daun kelor dinilai berpotensi dimanfaatkan sebagai pelengkap kebutuhan nutrisi masyarakat.
Prof. Mangestuti menjelaskan bahwa salah satu pemanfaatannya adalah melalui fortifikasi makanan untuk membantu mengurangi risiko kekurangan vitamin maupun mineral.
Selain relatif lebih terjangkau, fortifikasi menggunakan daun kelor juga dinilai dapat menjadi alternatif bagi anak-anak yang sulit mengonsumsi sayuran secara langsung.
Baca Juga: Wow! Konsumsi Daun Kelor, Kelurahan Pal V Turunkan Stunting Hingga 50 Persen
Meski demikian, pemenuhan gizi tetap perlu dilakukan secara seimbang melalui berbagai jenis makanan sesuai kebutuhan tubuh. (*)
Editor : Chairunnisya