Daun Kelor Berpotensi Jadi Pangan Fungsional Asal Diolah dengan Tepat

Chairunnisya • Dipublikasikan Kamis, 23 Juli 2026 | 12:47 WIB
Serbuk daun kelor.
Serbuk daun kelor.

PONTIANAK POST - Daun kelor semakin dikenal sebagai salah satu tanaman lokal yang memiliki kandungan nutrisi melimpah.

Berbagai penelitian menunjukkan tanaman ini berpotensi dimanfaatkan untuk mendukung kebutuhan gizi masyarakat sejak usia dini hingga lanjut usia.

Dilansir dari Jawapos, Guru Besar Botani Farmasi dan Farmakognosi Fakultas Farmasi Universitas Airlangga, Prof. Dr. Apt. Mangestuti Agil, MS, mengatakan pemanfaatan daun kelor sebenarnya telah dilakukan di berbagai negara melalui beragam program perbaikan gizi.

Baca Juga: Penelitian Ungkap Daun Kelor Berpotensi Membantu Ibu Menyusui Produksi ASI Lebih Optimal

Reputasi Daun Kelor Sudah Mendunia

Menurut Prof. Mangestuti Agil, daun kelor bukan lagi tanaman yang hanya dikenal di Indonesia.

Ia menjelaskan, Indonesia pernah memiliki gerakan "satu rumah satu pohon kelor". Di Kupang, pemerintah daerah juga telah mengembangkan hilirisasi produk daun kelor dalam skala besar.

Sementara itu, sejumlah negara di Afrika memanfaatkan daun kelor sebagai bagian dari upaya mengatasi masalah malanutrisi.

Baca Juga: Mengapa Daun Kelor Disebut Superfood? Ini Penjelasan Prof Mangestuti Agil

Seluruh program tersebut berangkat dari kandungan nutrisi daun, bunga, maupun buah kelor yang dinilai mampu melengkapi kebutuhan gizi manusia.

Berpotensi Dimanfaatkan Sejak Bayi Hingga Lansia

Prof. Mangestuti Agil menilai pemanfaatan kelor dapat dipertimbangkan sepanjang siklus kehidupan.

Mulai dari bayi, anak-anak, ibu hamil, ibu menyusui hingga kelompok lanjut usia berpotensi memperoleh manfaat dari kandungan nutrisi tanaman tersebut.

Baca Juga: Ini Alasan Mengapa Daun Kelor Disebut Superfood Sumber Vitamin A

"Melalui info itu, tanaman kelor perlu dipertimbangkan pemakaiannya secara teratur sejak kelahiran bayi hingga usia lanjut," jelasnya.

Menurutnya, kandungan nutrisi yang lengkap menjadikan kelor berpotensi mendukung pertumbuhan, perkembangan, dan kondisi kesehatan tubuh.

Tantangan Ada pada Proses Pengolahan

Meski potensinya besar, Prof. Mangestuti Agil mengingatkan masih ada tantangan yang perlu diperhatikan.  Salah satunya adalah proses pengolahan yang dapat memengaruhi kadar senyawa aktif di dalam daun kelor.

"Masalah yang perlu dipecahkan adalah menurunnya kadar kandungan pada proses pengolahan, yang dapat berpengaruh terhadap penyerapan senyawa polifenol di saluran cerna," ujarnya.

Baca Juga: Daun Kelor Membantu Memenuhi Nutrisi Kesehatan Reproduksi

Selain itu, kadar kandungan maupun jenis senyawa aktif pada daun kelor juga dapat berbeda akibat pengaruh lingkungan tempat tanaman tumbuh.

Perlu Dikembangkan dengan Tetap Menjaga Mutu

Prof. Mangestuti Agil menilai potensi besar daun kelor perlu diimbangi dengan pengolahan yang tepat agar kandungan nutrisinya tetap optimal.

Baca Juga: Wow! Konsumsi Daun Kelor, Kelurahan Pal V Turunkan Stunting Hingga 50 Persen

Dengan memperhatikan kualitas bahan baku dan proses pengolahan, tanaman kelor dinilai memiliki peluang untuk terus dikembangkan sebagai salah satu pangan bergizi yang mendukung kebutuhan nutrisi masyarakat di berbagai kelompok usia. (*) 

Editor : Chairunnisya
Mangestuti Agil Pangan Bergizi nutrisi daun kelor universitas airlangga