Makanan Fermentasi Tak Sekadar Lezat, Ini Manfaatnya bagi Pencernaan dan Imunitas

Chairunnisya • Dipublikasikan Sabtu, 5 September 2026 | 12:59 WIB
Ilustrasi meminum yogurt (AI)
Ilustrasi meminum yogurt (AI)

PONTIANAK POST - Makanan fermentasi menjadi bagian dari banyak pilihan pangan sehari-hari.

Di balik proses pembuatannya, terdapat aktivitas mikroba yang mengubah sejumlah komponen dalam bahan pangan dan menghasilkan berbagai senyawa.

Dilansir dari Jawapos, Guru Besar Botani Farmasi dan Farmakognosi Fakultas Farmasi Universitas Airlangga, Prof Dr Apt Mangestuti Agil MS, menjelaskan proses fermentasi dapat memberikan sejumlah manfaat bagi tubuh.

Baca Juga: Daun Pepaya dan Temuireng, Dua Herbal Pahit untuk Bantu Nafsu Makan

Manfaat tersebut antara lain membantu memperbaiki sistem pencernaan, menunjang fungsi imunitas tubuh, serta meningkatkan keberadaan bakteri baik di dalam usus.

Mikroba Mengubah Komponen Makanan

Fermentasi dilakukan dengan menambahkan mikroba, seperti bakteri dan ragi, pada bahan pangan.

Baca Juga: Air Beras Fermentasi Berpotensi Menjaga Keseimbangan Bakteri Baik di Usus

Mikroorganisme tersebut kemudian bekerja memecah sejumlah komponen yang terdapat dalam makanan. Pada pembuatan yoghurt, misalnya, susu difermentasi dengan bakteri baik.

Proses tersebut menghasilkan perubahan pada bahan pangan sekaligus menghadirkan mikroorganisme dan senyawa hasil fermentasi.

Selama fermentasi, terjadi pemecahan kandungan gula dan penetralan zat antinutrient yang dapat menghambat penyerapan nutrisi di usus.

Baca Juga: Natto dan Miso Produk Fermentasi Kedelai yang Banyak Diteliti

Proses tersebut juga menghasilkan berbagai metabolit dan senyawa bioaktif yang memiliki aktivitas biologis. Di antaranya asam organik, peptida, vitamin, alkohol, enzim, serta berbagai metabolit lainnya.

Mendukung Kesehatan Pencernaan

Keberadaan berbagai hasil fermentasi tersebut membuat makanan fermentasi menarik dari sisi kesehatan pencernaan.

Ketika makanan fermentasi dikonsumsi, mikroorganisme dan senyawa hasil fermentasi akan berinteraksi dengan lingkungan saluran pencernaan serta mikroorganisme yang terdapat di dalam usus.

Baca Juga: Fermentasi Kedelai Ternyata Tingkatkan Penyerapan Protein dan Senyawa Bioaktif

Mikroorganisme tertentu dapat menghasilkan asam organik yang menurunkan keasaman lingkungan dan memengaruhi pertumbuhan mikroorganisme lainnya.

Interaksi tersebut dapat membantu membentuk lingkungan usus yang mendukung keseimbangan mikroorganisme usus.

Berpotensi Mendukung Imunitas

Manfaat makanan fermentasi tidak berhenti pada sistem pencernaan. Mengonsumsi fermented food secara reguler juga disebut dapat membantu menurunkan peradangan dan mendukung aktivitas sel imun.

Baca Juga: Tempe Bukan Sekadar Lauk, Fermentasinya Bermanfaat bagi Saluran Cerna

Dengan demikian, proses fermentasi tidak hanya mengubah rasa, aroma, tekstur, atau karakteristik bahan pangan.

Proses tersebut juga dapat menghasilkan komponen yang berinteraksi dengan sistem pencernaan dan lingkungan mikroorganisme di dalam tubuh.

Namun, manfaat makanan fermentasi perlu dipahami berdasarkan proses dan kandungan masing-masing produk.

Baca Juga: Tempe Hingga Edamame Jadi Sumber Protein Nabati Untuk Otot

Tidak semua produk hasil fermentasi memiliki karakteristik mikroorganisme dan manfaat yang sama. (*)

Editor : Chairunnisya
makanan fermentasi senyawa bioaktif bakteri usus pencernaan sehat imunitas tubuh