"Abrasi ini terjadi di RT 1 Dusun Sempurna, tepatnya di Komplek SMPN 3 Sungai Laur, Poskesdes Desa Sempurna dan PAUD Al-Firdaus," ungkap Ketua DPD Desa Sempurna, Ruhadi Usman, Minggu (11/6).
Ruhadi menyampaikan, abrasi tersebut sudah terjadi sejak tiga tahun terakhir. Setidaknya, sebut dia, 1 meter bibir sungai hilang setiap tahunnya. Hingga kini kondisinya, diakui dia, bahkan semakin parah. "Abrasi ini sudah sangat parah. Dari pinggir abrasi sampai ke halaman sekolah sekitar 50 meter saja. Kalau ke Poskesdes dan PUAD sekitar 30 meter," jelasnya.
"Bahkan, kami untuk melewati jalan tersebut sudah sangat menakutkan, karena jalannya berada di tepi sungai. Longsornya semakin hari semakin parah," lanjutnya.
Ruhadi menambahkan, pihak desa sudah menyampaikan kondisi tersebut dalam bentuk proposal permohonan bantuan pembuatan talud sungai kepada pemerintah daerah. Tak hanya ke Pemkab Ketapang, perangkat desa juga telah mengadukan kejadian itu ke perusahaan yang konsesinya berada di desa tersebut.
"Kami warga desa berharap, abrasi ini dapat segera diatasi, karena ini ibarat penyakit yang semakin hari semakin parah," harapnya. (afi) Editor : Misbahul Munir S