KETAPANG - Masyarakat Kecamatan Manis Mata mendesak pembentukan Daerah Otonomi Baru (DOB), Kabupaten Jelai Kendawangan Raya (JKR), segera direalisasikan.
Harapan tersebut disampaikan sejumlah tokoh masyarakat, salah satunya pembentukan JKR, Uti Jusni, dalam kegiatan AJK Mendengar yang diselenggarakan di halaman Polsek Manis Mata, beberapa waktu lalu.
Uti Jusni mengungkapkan, rencana pemekaran Kabupaten JKR sudah sejak lama diperjuangakan. Namun hingga kini, rencana pembentukan DOB tersebut belum ada titik terang.
"Informasinya sedang dalam proses pengajuan di kementerian terkait. Semoga ada kejelasan lagi setelah ini," harapnya.
Anjang menilai, demi kelancaran pembangunan dan kesejahteraan masyarakat, Kecamatan Manis Mata perlu segera dilakukan pemekaran.
Mengingat jarak dan rentang wilayah yang sangat jauh dan akses jalan yang rusak dari ibu kota kabupaten atau Kota Ketapang.
"Apalagi untuk di usia saya saat ini, sudah tidak mungkin lagi untuk ke Kota Ketapang. Warga memilih untuk ke Sukamara (Provinsi Kalteng) jika membutuhkan akses kesehatan yang cepat, karena akses ke Kalteng lebih cepat dan nyaman," ungkapnya.
Selain akses, dengan adanya pemekaran akan mempercepat pembangunan dan perekonomian warga setempat. Menurutny, Manis Mata sebagai wilayah yang berbatasan langsung dengan Provinsi Kalteng, memiliki perbedaan yang sangat mencolok dari sisi infrastruktur dan pembangunan.
"Wilayah kami ini menjadi wajah Provinsi Kalbar dan Kabupaten Ketapang. Kalau tidak dimekarkan, saya yakin 20 tahun lagi akan tetap seperti ini. Tidak ada yang berubah," tegasnya.
Oleh sebab itu, dia beserta tokoh masyarakat dan tokoh pemuda yang ada di Manis Mata, berharap pembentukan DOB ini bisa serius dikawal oleh pemerintah daerah.
"Saya hari ini hanya bisa menonton dan bersuara dari sini. Perjuangan ini tolong dilanjutkan oleh anak-anak muda, termasuk mahasiswa," pungkasnya.
Senada dengan Anjang, Kades Manis Mata, Said Supiandi, juga mengutarakan harapan yang sama. Menurutnya, masyarakat Manis Mata hanya bisa menunggu pembentukan DOB tersebut.
Dia yakin dengan dimekarkannya wilayah mereka, kesejahteraan bagi masyarakat dan pembangunan bisa berkembang pesat.
"Kami terus memantau sejauh mana rencana pemekaran tersebut. Ini murni suara masyarakat, tidak ada kepentingan politik atau kepentingan pribadi warga," pungkasnya. (afi)
Editor : A'an