PONTIANAK POST - Pembangunan ruas Jalan Pesaguan- Kendawangan yang sedang berlangsung, dikeluhan warga. Warga Desa Sungai Nanjung, Kecamatan Matan Hilir Selatan mengeluhkan debu jalan yang mengganggu aktivitas, bahkan mengganggu kesehatan.
Menyikapi kondisi tersebut, Ketua DPRD Ketapang, Achmad Sholeh, turun meninjau langsung ke lapangan, Rabu (3/9). Pada kesempatan itu, Sholeh menemui langsung pengawas PT Lonada Signar Hikmat, selaku kontraktor pelaksana. Dia meminta agar masalah debu ini segera ditangani. Sholeh juga menggelar musyawarah di salah satu rumah warga yang dihadiri Pj Kepala Desa Sungai Nanjung beserta perangkat desa, perwakilan warga, dan pihak kontraktor.
Dia mengatakan, proyek ini memiliki arti penting bagi daerah. Pengerjaan jlan ini dibiayai APBD Provinsi Kalbar sebesar Rp25 miliar. "Semoga pembangunan jalan ini bisa bermanfaat untuk masyarakat, khususnya Kabupaten Ketapang," ucapnya. Namun, dia juga mengakui bahwa dampak sementara tidak bisa dihindari. "Mohon maaf, saya selaku Ketua DPRD apabila masyarakat terganggu dengan debu. Insyaallah dua bulan ke depan, debu tidak lagi kita rasakan, tetapi manfaat jalan yang baik akan hadir," ungkapnya.
"Saya berpesan kepada kontraktor, kerjakan sesuai bestek, jangan kecewakan masyarakat Ketapang. Kalau ada debu atau jalan licin, segera lakukan penyiraman," pintanya. Dalam musyawarah itu, disepakati bahwa pihak kontraktor wajib melakukan penyiraman rutin untuk meminimalisir debu. Langkah ini dianggap solusi sementara sambil menunggu jalan selesai dikerjakan. "Kami hanya ingin jalan ini cepat selesai, tapi sementara jangan sampai kesehatan kami terganggu. Kalau debu terlalu banyak, kami sulit berjualan, apalagi makanan," ujar salah satu warga. (afi)
Editor : Hanif