PONTIANAK POST - Setelah beberapa tahun tidak dilaksanakan, Natal Oikumene kembali digelar pada tahun ini. Natal Oikumene dilaksanakan di Balai Sungai Kedang pada Senin (29/12) malam. Acara ini sebagai wadah silaturahmi bagi ASN, TNI, Polri, serta seluruh elemen masyarakat di Ketapang.
Acara ini dihadiri langsung oleh Bupati dan Wakil Bupati Ketapang, Alexander Wilyo dan Jamhuri Amir, jajaran Forkopimda, para pemuka agama seperti uskup, pastor, pendeta, suster, dan bruder, Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), tokoh etnis dan budaya di Ketapang.
"Perayaan Natal Oikumene menjadi momentum penting untuk memperkuat persatuan, kebersamaan, dan toleransi antarumat beragama di Kabupaten Ketapang," tegas Alex.
Atas nama pribadi dan Pemerintah Kabupaten Ketapang, Alex mengucapkan selamat merayakan Natal 2025 kepada seluruh umat Kristiani. "Semoga damai dan sukacita Natal membawa keberkahan, tidak hanya bagi umat yang merayakan, tetapi juga bagi persatuan dan kemajuan Kabupaten Ketapang," ucapnya.
Dia juga menyampaikan selamat menyambut tahun 2026. "Saya mengajak kepada seluruh masyarakat Ketapang untuk menjadikan pergantian tahun ini sebagai momentum refleksi dan penguatan kepedulian sosial," ajaknya.
Terkait perayaan tahun baru, Alex menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Ketapang tidak melaksanakan acara khusus. Masyarakat diimbau untuk merayakannya secara sederhana sebagai bentuk empati dan solidaritas terhadap saudara-saudara di Pulau Sumatra yang sedang tertimpa musibah banjir.
"Kesederhanaan ini adalah wujud kepedulian dan solidaritas kita bersama. Kita berdoa agar saudara-saudara kita yang terdampak bencana diberikan kekuatan dan segera dapat bangkit kembali," ungkapnya.
Dalam kesempatan tersebut, dia juga menyampaikan bahwa pemerintah daerah secara konsisten hadir dalam setiap momentum keagamaan. Mulai dari Safari Ramadan dan Safari Natal, serta kegiatan Halal Bihalal pasca Idulfitri yang dilaksanakan di Balai Sungai Kedang.
"Kegiatan-kegiatan ini merupakan bagian dari upaya menjaga harmoni dan memperkuat toleransi antarumat beragama," tegasnya.
"Tidak ada satu pun agama yang mengajarkan kebencian dan kekerasan. Semua agama mengajarkan cinta kasih dan perdamaian. Karena itu, Natal Oikumene ini kita maknai sebagai momentum memperkuat persatuan dan semangat pengabdian untuk membangun Ketapang," lanjut Alex.
Dia bersama wakil bupati berkomitmen untuk memimpin secara adil dan mengayomi seluruh masyarakat tanpa membedakan suku, agama, ras, maupun golongan.
"Ketapang adalah rumah besar kita bersama. Perbedaan yang ada bukan untuk memecah belah, melainkan merupakan anugerah Tuhan Yang Maha Kuasa yang harus kita rawat sebagai kekuatan untuk membangun daerah ini," paparnya.
"Saya juga mengajak para pemuka agama, FKUB, Ketua PCNU, tokoh etnis dan budaya, serta seluruh elemen masyarakat untuk terus menjaga Ketapang sebagai daerah yang aman, damai, dan kondusif demi terwujudnya Ketapang yang maju dan mandiri," pungkas Alex. (afi)
Editor : Hanif