Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Skrining Kesehatan di Rangga Sentap, Dinkes Ketapang Tegaskan Nol Kasus HIV/AIDS

Ahmad Sofi • Selasa, 20 Januari 2026 | 14:57 WIB
Khairul Bahri T
Khairul Bahri T

PONTIANAK POST- Dinas Kesehatan Ketapang menegaskan bahwa informasi yang beredar terkait ditemukannya kasus positif HIV/AIDS dalam kegiatan skrining di kawasan Pasar Rangga Sentap tidak sesuai dengan data resmi yang dimiliki. ‎Kegiatan penjaringan atau skrining tersebut dilakukan pada 14 Januari 2026 lalu di kawasan Pasar Rangga Sentap, Kecamatan Delta Pawan, dengan sasaran lokasi yang dinilai memiliki kerentanan terhadap penularan penyakit menular seksual.

‎Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Ketapang, Khairul Bahri T, menegaskan bahwa hasil skrining tidak menunjukkan adanya kasus positif HIV/AIDS.

‎"Tidak ada yang reaktif HIV/AIDS. Yang ada adalah tiga orang reaktif sifilis, bukan HIV/AIDS," kata Khairul, Senin (19/1).

Dia menjelaskan bahwa status reaktif tidak bisa langsung diartikan sebagai positif, karena masih memerlukan pemeriksaan lanjutan di laboratorium.

‎"Reaktif itu belum tentu positif, karena perlu dilakukan pengecekan lanjutan ke laboratorium. Tiga orang yang dinyatakan reaktif sifilis tersebut seluruhnya berjenis kelamin perempuan," jelasnya.

‎Khairul menyampaikan bahwa skrining ini bertujuan untuk memutus rantai penularan penyakit menular, sekaligus sebagai deteksi dini agar penanganan dapat dilakukan lebih cepat dan tidak berlanjut.

‎"Tujuan skrining ini adalah deteksi dini dan pencegahan. Jangan sampai berkelanjutan dan terlambat ditangani, karena jika semakin terlambat pengobatan akan lebih sulit," ungkapnya.

‎Setelah skrining dan ditemukan hasil reaktif, Dinas Kesehatan Ketapang bersama Puskesmas akan melakukan langkah lanjutan berupa intervensi, yang meliputi pengawasan, pengobatan, serta pemantauan secara berkala.

‎"Jika dinyatakan reaktif, langsung kami lakukan intervensi berupa pengawasan, pengobatan, dan pemantauan," pungkasnya. (afi)

 

Editor : Hanif
#DINKES KETAPANG #kesehatan masyarakat #hiv aids #sifilis