PONTIANAK POST - Wakil Bupati Ketapang, Jamhuri Amir, melepas keberangkatan calon jemaah haji (CJH) asal Ketapang, Jumat (8/5). Tahun ini, hanya ada 12 orang yang berangkat ke Tanah Suci.
Suasana haru dan penuh khidmat mewarnai prosesi pelepasan calon jemaah haji ini. Mereka diberangkatkan dari Pendopo Bupati menuju Bandara Rahadi Oesman Ketapang.
Jamhuri menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat terkait jumlah kuota haji Kabupaten Ketapang tahun ini yang mengalami penurunan dibanding tahun sebelumnya. Dia menjelaskan bahwa kebijakan pembatasan kuota merupakan kewenangan pemerintah pusat yang didasarkan pada jumlah penduduk setiap daerah.
"Kami mohon maaf bahwa haji tahun ini berbeda dengan tahun sebelumnya. Jemaah kita tahun ini hanya 12 orang. Pemerintah daerah juga belum bisa berupaya maksimal untuk meningkatkan kuota karena sudah ada pembatasan dari pusat," katanya.
Baca Juga: Pastikan Jemaah Haji Nyaman, Kemenhaj Kayong Utara Kawal Perjalanan hingga Embarkasi
Dia menjelaskan, sistem pembagian kuota haji nasional dilakukan berdasarkan jumlah penduduk di masing-masing wilayah. Menurutnya, daerah dengan jumlah penduduk lebih besar memperoleh kuota lebih banyak meskipun masa tunggu keberangkatannya juga lebih panjang.
"Kalau di Pulau Jawa antreannya bisa mencapai 40 sampai 50 tahun baru berangkat. Sementara di Ketapang paling lama sekitar 15 sampai 20 tahun," jelasnya.
Jamhuri juga mendoakan agar seluruh jemaah diberikan kemudahan selama menjalankan ibadah di Tanah Suci serta kembali ke tanah air dengan selamat dan memperoleh predikat haji mabrur dan mabruroh.
"Mudah-mudahan seluruh jemaah menjadi haji yang mabrur dan mabruroh, selamat pergi dan selamat kembali ke tanah air," ucapnya.
Selain itu, dia berpesan kepada para jemaah agar selalu menjaga kesehatan selama menjalankan rangkaian ibadah haji. Kesiapan fisik menjadi faktor utama dalam menjalankan ibadah di Tanah Suci, terlebih sebagian jemaah yang berangkat sudah berusia lanjut.
"Pesan kami, jaga betul kesehatan karena ibadah haji sangat mengutamakan fisik. Apalagi ada orang tua kita yang sudah sepuh, sehingga harus saling menjaga dan tetap kompak selama di sana," pesannya.
Dia juga menjelaskan bahwa tahun ini tidak terdapat pendamping khusus dari Kabupaten Ketapang yang ikut mendampingi jemaah haji. Hal itu disebabkan adanya aturan baru yang ditetapkan pemerintah pusat.
"Kami mohon maaf karena tahun ini aturan tidak memperbolehkan adanya pendamping dari daerah seperti tahun sebelumnya," ungkapnya.
Jamhuri menitipkan doa kepada para jemaah agar mendoakan Kabupaten Ketapang di tempat-tempat mustajab, seperti Raudhah dan di depan Kabah, demi kemajuan dan keberkahan daerah.
"Kami mohon doa dari bapak dan ibu sekalian di tempat-tempat mustajab agar Kabupaten Ketapang tetap aman, damai, sejahtera, dan kondusif. Saya juga titip doa di Mekkah Al-Mukarramah, mudah-mudahan apa yang kita cita-citakan bersama dapat terwujud," tuturnya.
Acara pelepasan tersebut turut dihadiri keluarga jemaah, jajaran pemerintah daerah, serta masyarakat yang memberikan doa dan dukungan kepada para calon jemaah haji sebelum keberangkatan menuju embarkasi. (afi)
Editor : Hanif