Tak Kunjung Usai, Petugas Kembali Turun Padamkan Karhutla 15 Hektare di Ketapang

Aristono Edi Kiswantoro • Dipublikasikan Jumat, 21 Agustus 2026 | 23:52 WIB
KEMBALI BERJIBAKU: Tim gabungan memadamkan dan melakukan pendinginan lahan yang terbakar di Kecamatan Kendawangan, Ketapang. Sebanyak 15 hektare lahan di tiga desa terdampak karhutla.
KEMBALI BERJIBAKU: Tim gabungan memadamkan dan melakukan pendinginan lahan yang terbakar di Kecamatan Kendawangan, Ketapang. Sebanyak 15 hektare lahan di tiga desa terdampak karhutla.

 

PONTIANAK POST – Api kembali memaksa petugas berjibaku di tengah ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kecamatan Kendawangan, Kabupaten Ketapang. Dalam satu hari, tim gabungan harus menangani kebakaran di tiga desa dengan total luasan mencapai sekitar 15 hektare.

Penanganan dilakukan Polres Ketapang bersama Manggala Agni dan tim pemadam kebakaran perusahaan di Desa Mekar Utama, Kendawangan Kiri, dan Banjar Sari, Kamis (20/8/2026).

Groundcheck dilakukan setelah muncul laporan titik panas di sejumlah lokasi. Tim menemukan lahan terbakar sekitar 8 hektare di Desa Mekar Utama, 2 hektare di Desa Kendawangan Kiri, dan 5 hektare di Desa Banjar Sari.

Petugas langsung melakukan pemadaman. Setelah api berhasil dikendalikan, pendinginan dilakukan untuk mencegah bara kembali menyala.

Penanganan belum berhenti setelah api terlihat padam. Tim dijadwalkan kembali melakukan mopping up untuk memastikan tidak ada titik api yang tersisa.

Kondisi tersebut membuat pekerjaan petugas tidak berhenti pada satu kali pemadaman. Setiap lokasi harus diperiksa kembali untuk memastikan api tidak muncul dari bara yang masih tersimpan di dalam lahan.

Vegetasi yang terbakar didominasi pakis, lalang, dan anak kayu. Lahan yang terbakar berada pada jenis tanah mineral.

Sebanyak empat personel Polsek Kendawangan, delapan personel Manggala Agni, serta tim pemadam dari sejumlah perusahaan dikerahkan dalam penanganan tersebut.

Mereka menggunakan kendaraan pemadam, mesin Robin, selang, dan berbagai peralatan pemadaman lainnya.

Bagi petugas, luasan 15 hektare berarti area yang harus dipastikan benar-benar aman sebelum mereka meninggalkan lokasi. Api yang terlihat kecil pun tetap berisiko menyebar ketika masih terdapat bara dan vegetasi kering.

Karena itu, pendinginan menjadi bagian penting setelah pemadaman. Tim harus memastikan titik-titik yang sebelumnya terbakar tidak kembali mengeluarkan asap atau api.

Kapolres Ketapang AKBP Muhammad Harris mengatakan penanganan karhutla membutuhkan keterlibatan berbagai pihak. Menurutnya, pencegahan harus dilakukan sebelum api muncul.

“Kami mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran lahan sembarangan dan tidak membuang puntung rokok di area yang rawan terbakar,” tegas Harris.

Ia meminta masyarakat segera melaporkan apabila menemukan kebakaran. Informasi lebih awal dapat mempercepat penanganan sebelum api meluas.

Tim gabungan akan kembali melakukan mopping up di lokasi yang terbakar. Langkah itu dilakukan untuk memastikan seluruh titik api benar-benar padam dan mencegah kebakaran susulan.

Di tengah musim kering, pekerjaan petugas tidak hanya soal memadamkan api. Mereka juga harus kembali memeriksa lahan, mencari bara tersembunyi, dan memastikan api tidak kembali menyebar.

Karena itu, setiap laporan dari masyarakat menjadi penting. Semakin cepat api diketahui, semakin kecil peluang petugas harus kembali berjibaku dengan kebakaran yang lebih luas. *

 

Editor : Aristono Edi Kiswantoro
Karhutla ketapang kebakaran lahan Kendawangan 15 hektare terbakar pemadaman karhutla Manggala Agni