Bersama Pulihkan Ponpes Madrasatul Quran
SUNGAI KAKAP – Bupati Kubu Raya, Muda Mahendrawan bersama rombongan, Senin malam (3/4) meninjau asrama putri Pondok Pesantren Madrasatul Quran di Desa Sungai Rengas, Kecamatan Sungai Kakap yang rusak parah akibat diterjang angin puting beliung. Bangunan dua lantai dengan ukuran sekitar 20 x 8 meter tersebut runtu. Sejumlah santriwati turut mengalami luka-luka dan langsung dilarikan ke rumah sakit Sultan Syarif Abdurrahman Pontianak untuk mendapatkan perawatan intensif.
Muda bersama rombongan juga menyempatkan diri melihat kondisi sejumlah santri yang dirawat di rumah sakit tersebut. “Tentunya kondisi para santri yang luka-luka inilah yang kita utamakan untuk dirawat rumah sakit dan kami syukuri dari 10 orang yang dirawat, 7 orang sudah diperbolehkan pulang. Sedangkan 3 orang lainnya akan kami terus pantau kondisi kesehatannya melalui Dinas Kesehatan dan Puskesmas Sungai Rengas,” ucap Muda usai menjenguk kondisi santri di rumah sakit.
Dia menerangkan, adanya musibah angin kencang tersebut terjadi karena kondisi alam dan kondisi cuaca yang ekstrem, sehingga membuat sejumlah bangunan dan pohon-pohon banyak yang tumbang. Menurutnya hal serupa tidak hanya terjadi di Kubu Raya, namun sejumlah daerah lainnya di Kalbar juga mengalami kondisi cuacanya sama.
Mengenai bangunan pondok pesantren yang roboh, kata Muda pihak pemerintah kabupaten juga sudah mencatat kerusakan. Muda mengakui optimis, dengan semangat kepung bakul, semua akan ikut berperan sehingga bisa pulih kembali, terutama banguan yang roboh ini. "Kami akan terus memantau, bersama Dinas Sosial, BPBD dan Dinas Kesehatan, dan tentunya juga terus berkoordinasi dengan pengurus pondok pesantren ini. Kita berupaya agar jangan sampai terjadi trauma atau syok pada anak-anak kita. Kita optimis untuk memulihkan ini bersama-sama," ungkapnya.
Mengingat Kubu Raya memiliki banyak pondok pesantren, Muda berharap pemerintah kabupaten bersama semua pihak terkait lainnya bisa turut membantu. “Kami berharap kepada ustaz dan ustazah agar proses belajar mengajar di pondok pesantren ini bisa terus berjalan tentunya sementara waktu. Caranya dengan memanfaatkan ruang kelas yang baik baik kondisinya. kami bersama Dinas Sosial dan BPBD akan terus memantau kondisi di pondok pesantren ini,” jelas Muda.
Salah satu Pimpinan Pondok Pesantren Madrasatul Quran, KH Zunaidi menceritakan peristiwa tersebut terjadi saat hujan deras disertai angin yang sangat kencang pada Senin sekitar pukul 13.30 wib. Akibat dihantam angin kencang, katanya membuat bangunan ruang kelas, dengan konstruksi semi permanen yang berada di lantai dua roboh dan menimpa asrama putri Pondok Pesantren Madrasatul Quran yang berada di lantai dasar.
Zunaidi menerangkan peristiwa tersebut terjadi, ketika para santriwati sedang beristirahat setelah melaksanakan ibadah Salat Zuhur berjamaah. “Selain kamar santriwati, puting beliung juga merusak gudang dan WC yang ada dalam satu bangunan asrama putri,” jelas Zunaidi.
Sebelumnya dihari yang sama, Senin (3/4) sekitar pukul 17.55 wib, mendengar peristiwa tersebut, Kapolres Kubu Raya, AKBP Arief Hidayat, juga langsung menjenguk sejumlah santri yang dirawat di Rumah Sakit Sultan Syarif Mohamad Alkadrie Kota Pontianak.
"Saya merasa prihatin dan turut berduka cita atas peristiwa yang menimpa para santriwati di Pondok Pesantren Madrasatul Quran. Saya berharap agar korban segera pulih dan bisa kembali menjalankan aktivitas seperti sedia kala,” ucap Arief.
Dikesempatan yang sama, Arief pun mengutarakan terimakasih dan apresiasi kepada semua pihak yang telah membantu dalam proses evakuasi dan penanganan korban santriwati Pondok Pesantren Madrasatul Quran, termasuk personil Polsek Sungai Kakap, Damkarmat Borneo, dan Pemadam Kebakaran Pal Sembilan. Dalam kunjungan tersebut, Kapolres Kubu Raya memberikan santunan tali asih kepada korban yang diserahkan kepada pengurus Pondok Pesantren Madrasatul Quran. (ash) Editor : Misbahul Munir S