SUNGAI RAYA - Pengelola Masjid Daarul Ihya dan Pondok Pesantren Habib Sholleh Alhadad, Abdullah mengungkapkan kebutuhan akan donasi untuk mendukung pembangunan masjid dan pemenuhan kebutuhan dasar para santri. Lokasi masjid dan pesantren ini terletak di Parit Masigi, Sungai Ambawang, Kabupaten Kubu Raya.
Masjid yang kini telah digunakan oleh para santri untuk belajar dan melaksanakan salat lima waktu ini memiliki kapasitas 1.000 orang santri. Meski demikian, masjid tersebut masih memerlukan banyak perbaikan dan kelengkapan agar bisa berfungsi secara optimal.
Di antaranya adalah pemasangan pintu dan jendela, karpet, serta AC untuk kenyamanan para santri saat beribadah. Selain itu, fasilitas seperti toilet, kamar mandi, dan ruang pengelola masjid juga belum tersedia.
“Bagian dalam masjid lantai dasar sudah di keramik, lantai dua belum,” katanya.
Ia mengatakan ukuran masjid ini sekitar 15x15 meter, dengan tambahan selasar masjid yang memiliki ukuran 20x23 meter. Kebutuhan akan donasi juga tidak hanya terbatas pada fisik bangunan, tetapi juga untuk pemenuhan kebutuhan sehari-hari para santri, terutama kebutuhan beras.
Ia menjelaskan bahwa untuk memasak bagi 2.000 santri, yang sebagian besar berasal dari kalangan fakir miskin, dibutuhkan sekitar 200 kg beras untuk sekali masak, dengan kebutuhan sehari-hari mencapai 400 kg beras untuk dua kali masak.
Dari jumlah santri tersebut, sekitar 500 di antaranya adalah yatim piatu yang sangat bergantung pada bantuan.
“Belum termasuk lauk pauk dan lainnya,” katanya.
Saat ini, pihak pengelola sering berhutang beras hingga mencapai ratusan juta rupiah untuk mencukupi kebutuhan harian para santri.
Karena itulah, pihak pengelola berharap agar masyarakat yang peduli bisa memberikan dukungan untuk kelangsungan pendidikan dan kehidupan para santri di Pondok Pesantren Habib Sholleh Alhadad.
Donasi yang dikumpulkan nantinya akan digunakan untuk melengkapi sarana dan prasarana masjid serta untuk kebutuhan beras dan lauk-pauk bagi santri. Pihak pengelola membuka kesempatan bagi siapapun yang ingin berdonasi melalui saluran resmi yang sudah disediakan. (*/r)
Editor : Miftahul Khair