Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Bursa Properti

Pemkab Kubu Raya Tetapkan Tanggap Darurat Karhutla, Bandara Jadi Prioritas

Ashri Isnaini • Kamis, 31 Juli 2025 | 11:14 WIB

 

SINERGI LAWAN KARHUTLA: Bupati Kubu Raya Sujiwo dan petugas gabungan berfoto bersama usai Apel Siaga Karhutla 2025 yang melibatkan puluhan instansi dan relawan, Senin (30/7) di halaman Kantor Bupati
SINERGI LAWAN KARHUTLA: Bupati Kubu Raya Sujiwo dan petugas gabungan berfoto bersama usai Apel Siaga Karhutla 2025 yang melibatkan puluhan instansi dan relawan, Senin (30/7) di halaman Kantor Bupati

PONTIANAK POST – Demi melindungi objek vital nasional seperti Bandara Internasional Supadio, Pemerintah Kabupaten Kubu Raya menetapkan status tanggap darurat kebakaran hutan dan lahan (Karhutla). Penetapan ini dilakukan sejak Senin (28/7) sebagai langkah antisipatif di tengah ancaman musim kemarau yang semakin intens.

Komitmen tersebut ditegaskan dalam Apel Siaga Karhutla yang digelar Senin (30/7) di halaman Kantor Bupati, dipimpin langsung oleh Bupati Sujiwo dan dihadiri unsur Forkopimda, TNI/Polri, instansi vertikal, camat, perwakilan perusahaan, serta puluhan kelompok Masyarakat Peduli Api (MPA). “Kita tidak boleh lengah meski kondisi masih terkendali. Kita punya objek vital seperti bandara yang harus dilindungi. Karhutla harus ditangani secara serius,” tegas Sujiwo.

Ia menegaskan, meskipun sejumlah asap muncul di beberapa titik, sebagian besar merupakan asap kiriman dari wilayah lain. Namun, Pemkab tetap siaga dan aktif memantau serta mencegah perluasan titik api. Bupati juga mengingatkan perusahaan sawit agar tidak membuka lahan dengan cara membakar. “Jika terbukti ada perusahaan yang sengaja membakar lahan, apalagi sampai meluas, akan kami rekomendasikan ke penegak hukum untuk ditindak tegas,” katanya.

Sujiwo pun mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bahu-membahu, tidak saling menunggu, dan mengutamakan kolaborasi. “Apel ini simbol semangat bersama. Kita tidak bisa bekerja sendiri. Semua harus bergerak cepat dan tepat,” ucapnya.

Dari sisi penegakan hukum, Kapolres Kubu Raya, AKBP Kadek Ary Mahardika, menyatakan dukungan penuh terhadap langkah Pemkab. Ia menuturkan bahwa Polres telah menginstruksikan semua Polsek untuk melakukan patroli aktif, investigasi penyebab kebakaran, serta edukasi kepada warga.

“Penegakan hukum tetap kita jalankan jika ditemukan unsur kesengajaan. Tapi pendekatan kita juga humanis dan persuasif, terutama terhadap petani yang masih membuka lahan dengan cara dibakar,” jelasnya. Apel siaga ini diikuti lebih dari 60 organisasi dan instansi, termasuk TNI, Polri, Satpol PP, Basarnas, Manggala Agni, KPH, 15 kelompok damkar swasta/mandiri, serta delapan perusahaan perkebunan.

Sementara itu, Kepala BPBD Kubu Raya, Herry Purwoko, mengungkapkan bahwa hingga Selasa (29/7), masih ditemukan beberapa titik api aktif di Kecamatan Sungai Raya dan Sungai Ambawang. “Seluruh titik api telah kami tangani. Beberapa berhasil dipadamkan, sisanya kami blokir karena sulit dijangkau dan kekurangan sumber air,” ujarnya. Upaya pemadaman juga melibatkan mobil tangki air dari berbagai instansi.

Ia menambahkan, empat titik api baru kembali terpantau pada hari yang sama. Lokasinya dua di Kecamatan Sungai Raya dan dua di Sungai Kakap. Seluruhnya sedang dalam proses penanganan tim gabungan. BPBD juga terus mengedukasi masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar, terutama di musim kemarau. “Dampaknya sangat besar bagi lingkungan dan kesehatan. Mari bersama kita cegah sebelum terlambat,” pungkas Herry. (ash)

Editor : Hanif
#Bupati Kubu Raya #foto bersama #sujiwo #karhutla #Apel Siaga #apel #siaga karhutla